TPK Hotel Kabupaten Malang Turun pada Januari 2026, BPS Catat Dampak Usai Libur Akhir Tahun
TPK Hotel Kabupaten Malang Turun pada Januari 2026, BPS Catat Dampak Usai Libur Akhir Tahun
MALANG – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Malang pada awal tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan. Pada Januari 2026, TPK hotel berbintang di Bumi Kanjuruhan tercatat sebesar 35,49 persen.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang menunjukkan, penurunan paling tajam terjadi pada hotel berbintang. Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menyampaikan bahwa angka tersebut turun 15,29 poin dibandingkan TPK pada Desember 2025 yang mencapai sekitar 50,78 persen.
“Penurunan ini dipengaruhi oleh berakhirnya periode libur panjang akhir tahun dan Natal-Tahun Baru yang biasanya mendorong tingkat hunian hotel meningkat pada Desember,” jelas Erny dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Maret 2026.
Sementara itu, hotel non-bintang juga mengalami penurunan tingkat hunian, meskipun tidak sedrastis hotel berbintang. Pada Januari 2026, TPK hotel non-bintang tercatat sebesar 15,32 persen atau turun 2,57 poin dibandingkan Desember 2025.
Menurut Erny, pola tersebut merupakan tren yang cukup umum dalam sektor perhotelan. Setelah puncak kunjungan wisata pada akhir tahun, aktivitas wisata biasanya menurun pada awal tahun sehingga berdampak pada tingkat hunian hotel.
Jika melihat tren sepanjang 2025, TPK hotel berbintang di Kabupaten Malang sempat mencapai puncak pada Desember 2025 sebesar 50,78 persen setelah sebelumnya berada di kisaran 40 hingga 46 persen pada beberapa bulan sebelumnya.
Selain tingkat hunian kamar, BPS juga mencatat Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di hotel Kabupaten Malang pada Januari 2026 masih relatif singkat.
Untuk hotel berbintang, rata-rata tamu menginap selama 1,42 hari. Sedangkan pada hotel non-bintang, rata-rata lama menginap hanya 1,07 hari.
Erny menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan sebagian besar wisatawan yang datang ke wilayah Kabupaten Malang cenderung melakukan kunjungan singkat.
“Rata-rata lama menginap yang masih di bawah dua hari menunjukkan bahwa kunjungan wisatawan di Kabupaten Malang masih didominasi perjalanan singkat atau short trip,” ujarnya.
Ke depan, ia menilai peningkatan aktivitas pariwisata, penyelenggaraan berbagai event daerah, serta momentum libur panjang berpotensi kembali mendorong tingkat hunian hotel di Kabupaten Malang.
Dengan berbagai destinasi wisata alam, pantai, serta kawasan penyangga Kota Malang dan Kota Batu, sektor perhotelan di Kabupaten Malang dinilai masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang seiring meningkatnya mobilitas wisatawan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



