Bincang Pleno di Universitas Brawijaya, Anies Baswedan Soroti Keadilan Sosial Masyarakat
Keadilan sosial bagi masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi dunia perkotaan. Hal itu disampaikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan yang hadir di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB)dalam kegiatan Bincang Ple
MALANG – Keadilan sosial bagi masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi dunia perkotaan. Hal itu disampaikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Anies Baswedan yang hadir di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB)dalam kegiatan Bincang Pleno yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UB, Selasa (10/2/2026).
Menurut Anies, tingkat kehidupan masyarakat dibagi menjadi tiga, yaitu kelas atas, menengah, dan bawah. Ia pun membagikan pengalamannya selama memimpin DKI Jakarta, Anies menyoroti contoh di bidang perumahan. kebutuhan rumah kaum atas bisa dilayani melalui perusahaan properti, kaum bawah dilayani melalui subsidi, sedangkan kaum menengah tidak ada program pemerintah yang melayaninya. Menjadi kaum menengah di perkotaan adalah kondisi yang tidak nyaman.
Lantas, bagaimana cara keadilan sosial dapat menembus seluruh lapisan masyarakat. Atas fenomena tersebut, pemerintah juga sedang gencar membangun jalan tol, sehingga memudahkan kaum menengah di Jakarta memilih untuk keluar dari Kota Metropolitan tersebut.
“Ini menyebabkan migrasi, dan ini adalah pergeseran struktural di Jakarta,” ujarnya.

Maka dari itu, Pemerintah harus memberikan perhatian khusus bagi kaum menengah. Saat itu, pemerintah DKI Jakarta melayani kaum menengah dengan perumahan DP 0 rupiah. Anies mengatakan, kaum menengah adalah mereka yang bisa membayar bulanan, tetapi tidak memiliki tabungan untuk membayar DP perumahan.
Anies juga menahan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi kaum menengah. Bahkan, bagi penduduk yang memiliki jasa bagi negara, pajak mereka di-nol-kan.
Dalam bidang pendidikan, dalam memberikan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat, ia mereformasi kebijakan rekrutmen sekolah. Karena banyak anak keluarga miskin yang tidak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
Dalam bidang kesehatan, saat itu jaminan kesehatan penduduk Jakarta sebanyak 73 persen tercover oleh BPJS. Sedangkan, 27 persen sisanya dipenuhi oleh pemerintah.
“Saat itu kami menggelontorkan Rp 1 triliun lebih supaya semua masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan dan keadilan merata,” pungkasnya.
Selanjutnya dalam hal mobilitas pekerjaan penduduk, ia membuat penduduk Jakarta tersambung dengan aktivitas digital. Ia menciptakan transportasi umum yang terjangkau secara jarak dan harga, aman dan nyaman, serta memiliki sistem pembayaran yang saling terintegrasi antar transportasi. Selain itu, perusahaan transportasi juga dibuatkan sistem khusus, sehingga mereka bisa setra dengan perusahaan-perusahaan. Saat ini, pengguna transportasi umum di Jakarta sudah menembus 1 juta orang setiap harinya, berbanding dengan dulu ketika Anies awal memimpin Jakarta hanya sekitar 300 ribu pengguna.
“Ini kita menciptakan pasar yang fair,” imbuhnya.
Di penghujung materinya, Anies menghimbau bagi pemerintah salah satunya untuk setiap kota untuk dapat menyediakan transportasi umum guna melayani mobilitas penduduk. Karena urbanisasi pasti terjadi dan tidak dapat dihindarkan. Hal ini demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Pewarta: Miranda Lailatul Fitria
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



