Waspadai Travel Gelap Jelang Ramadan, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru
TIMES Malang/Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

Waspadai Travel Gelap Jelang Ramadan, Polresta Malang Kota Gelar Operasi Keselamatan Semeru

Polresta Malang Kota meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap praktik travel gelap yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

TIMES Malang,Senin 2 Februari 2026, 15:45 WIB
97.9K
R
Rizky Kurniawan Pratama

TIMESINDONESIAPolresta Malang Kota meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap praktik travel gelap yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan, keberadaan travel ilegal menjadi perhatian serius kepolisian karena kerap bermunculan saat mobilitas masyarakat meningkat, terutama menjelang Ramadan, libur sekolah, long weekend, hingga musim mudik.

“Travel ilegal ini biasanya memanfaatkan momentum tertentu. Mereka sifatnya musiman, haji mumpung, muncul saat kebutuhan transportasi meningkat,” ujar Putu Kholis, Senin (2/2/2026).

Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polresta Malang Kota mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif. Upaya tersebut meliputi sosialisasi, edukasi keselamatan berlalu lintas, hingga pemeriksaan kelayakan kendaraan (ram check).

Kapolresta juga mengimbau masyarakat agar tidak tergiur menggunakan jasa transportasi ilegal meski menawarkan tarif lebih murah. Pasalnya, travel gelap umumnya tidak memiliki izin resmi, tidak berbadan hukum, serta tidak terdaftar sebagai perusahaan jasa angkutan.

“Memang biayanya lebih murah, tetapi jaminan keselamatan hampir tidak ada. Aspek keselamatan penumpang sering diabaikan, dan ini yang ingin kami cegah agar masyarakat tidak menjadi korban,” ungkapnya.

Selain langkah pencegahan, Polresta Malang Kota juga menyiapkan penegakan hukum tegas bagi pelaku travel gelap yang masih nekat beroperasi. Penindakan akan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan pemerintah daerah.

“Harapannya, upaya ini mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.

Sementara, Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo menyebutkan, Operasi Keselamatan Semeu 2026 yang digelar selama dua pekan ini akan melibatkan 85 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Dishub Kota Malang serta Satpol PP Kota Malang.

“Sesuai arahan bapak Kapolresta Malang Kota, kami terapkan langkah preemtif dan preventif. Kami sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas, penerapan tidak hanya di jalan, tapi juga menyasar sekolah,” jelas Rio.

Ia menuturkan, patroli akan digencarkan di sejumlah likasi yang berpotensi peningkatan volume kendaraan. Seperti halnya di Alun-alun Merdeka Kota Malang.

“Penindakan tetap ada, namun kami perkuat dengan E-TLE mobile dan meminimalisir tilang langsung. Fokus utama kami membangun kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, terutama menjelang peningkatan aktivitas saat Ramadan dan Idul Fitri,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi