Polresta Malang Kota Buka Aduan: Segera Lapor Jika Temukan Indikasi Penimbunan Pangan
TIMES Malang/Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo saat ditemui awak media. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Polresta Malang Kota Buka Aduan: Segera Lapor Jika Temukan Indikasi Penimbunan Pangan

Menjelang Idulfitri 2026, Polresta Malang Kota meminta masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan bahan pokok yang memicu kenaikan harga tak wajar.

TIMES Malang,Rabu 4 Maret 2026, 14:41 WIB
139
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGMenjelang Idulfitri 2026, Polresta Malang Kota meminta masyarakat tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan bahan pokok yang memicu kenaikan harga tak wajar.

Ketua Satgas Pangan yang juga Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, menegaskan pemantauan distribusi dan ketersediaan pangan dilakukan rutin setiap pekan, mulai dari pasar hingga tingkat distributor.

“Kami turun langsung ke lapangan. Kalau ada indikasi penimbunan yang menyebabkan kenaikan harga tidak wajar, segera laporkan,” ujar Aji, Rabu (4/3/2026).

Selama Ramadan, Satgas Pangan mengaku belum menerima laporan maupun menemukan praktik penimbunan di wilayah Kota Malang. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk mencegah potensi pelanggaran, terutama mendekati Lebaran.

Menurut Aji, berdasarkan analisa di lapangan, praktik penimbunan biasanya sudah mulai terdeteksi sejak awal Ramadan. Namun hingga kini, belum ada temuan di Kota Malang.

Ia menegaskan, jika terbukti ada pihak yang sengaja menahan distribusi atau menimbun komoditas demi meraup keuntungan, aparat akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika ada indikasi, tentu kita akan tindak tegas,” katanya.

Langkah pengawasan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. Kepolisian juga berkoordinasi dengan Pemkot Malang guna menutup celah distribusi yang berpotensi dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab.

Selain potensi penimbunan, Satgas Pangan juga mewaspadai lonjakan harga cabai rawit. Tingginya curah hujan disebut memengaruhi kualitas dan daya tahan komoditas tersebut.

“Kondisi cuaca membuat cabai cepat busuk sehingga pasokan berkurang dan harga berpotensi naik,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Ferry Agusta Satrio