Kapolres Malang Perkuat Sinergi dengan Media Jaga Kamtibmas Kondusif
TIMES Malang/Kapolres Malang AKBP Muhamad Taat Resdianto (kiri) didampingi kasi humas Polres Malang AKP Bambang Ginanjar saat silaturahim bersama media di Kabupaten Malang, Rabu (4/2/2026).(Foto: Adhitya Hendra/TIMES Indonesia).

Kapolres Malang Perkuat Sinergi dengan Media Jaga Kamtibmas Kondusif

Silaturahmi ini menjadi langkah awal Kapolres Malang yang baru dalam membangun kedekatan dengan media sekaligus memperkuat kolaborasi demi menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Malang.

TIMES Malang,Rabu 4 Februari 2026, 18:31 WIB
29K
H
Hainor Rahman

MalangKapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdianto, menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan yang kuat dan terbuka dengan insan pers dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kabupaten Malang.

Hal itu disampaikan AKBP Taat saat silaturahmi bersama media di wilayah Kabupaten Malang, usai dirinya resmi menjabat sebagai Kapolres Malang sejak Januari 2026 menggantikan AKBP Danang Setiyo.

Dalam kesempatan itu, AKBP Taat menekankan bahwa peran media sangat strategis dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, terutama dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan menjaga stabilitas sosial.

“Saya senang bergaul dengan jurnalis. Saya menikmati betul dunia jurnalis,” ujar AKBP Taat, Rabu (4/2/2026).

Ia bahkan mengungkapkan bahwa sejak dulu dirinya memiliki ketertarikan pada dunia komunikasi. “Saya cita-cita dulu sebenarnya ingin jadi penyiar radio kalau tidak jadi polisi,” ucapnya.

Menurutnya, jurnalis bukan hanya mitra kerja, tetapi juga sahabat dalam menjalankan tugas kepolisian. Sebab, banyak aspek pemeliharaan Kamtibmas membutuhkan komunikasi yang cepat, akurat, serta berbasis fakta.

article

“Saat menjadi polisi, sahabat saya adalah jurnalis. Banyak hal ketika kita ingin membangun Kamtibmas butuh bergaul dengan jurnalis,” tegasnya.

AKBP Taat juga berharap hubungan komunikasi yang selama ini sudah terjalin baik antara Polres Malang dan media dapat terus dipertahankan bahkan diperkuat.

“Saya harap komunikasi baik yang terbangun sebelum saya datang dapat dipertahankan. Kita kuatkan sinergisitas,” katanya.

Terkait program prioritas, AKBP Taat menyampaikan bahwa dirinya tidak datang membawa agenda tertentu secara sepihak. Ia menegaskan lebih memilih menyusun langkah kebijakan berdasarkan kebutuhan masyarakat serta data yang faktual.

“Saya penganut paham ketiga, bertugas tidak membawa program. Saya percaya program disusun dengan dukungan data yang faktual,” jelasnya.

Ia mengaku hingga kini masih terus menggali informasi di lapangan untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi kehendak masyarakat Kabupaten Malang.

“Sampai saat ini saya masih menggali informasi. Sebenarnya apa yang dikehendaki masyarakat,” tambahnya.

Bagi AKBP Taat, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan kewajiban utama kepolisian sebagaimana amanat undang-undang.

“Tugas Polri adalah amanah undang-undang, yakni Kamtibmas. Dalam konteks Kabupaten Malang masih dalam proses kajian,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya ingin memahami persoalan Kamtibmas secara menyeluruh agar mampu mengambil langkah kebijakan yang tepat dan intervensi yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Saya harus paham banyak hal masalah Kamtibmas secara keseluruhan, sehingga saya tahu kebijakan apa yang harus saya intervensi,” pungkasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hainor Rahman
|
Editor:Tim Redaksi