Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang Dimatangkan, Pengamanan Presiden Diperkuat
Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang mematangkan persiapan, termasuk pengamanan kedatangan Presiden Prabowo.
MALANG – Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan persiapan jelang pelaksanaan kegiatan berskala nasional di Stadion Gajayana Malang, pada 7-8 Desember 2026. Rapat koordinasi final bersama Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan protokol kepresidenan telah digelar untuk memastikan kelancaran acara dari berbagai aspek.
Ketua Panitia Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri mengatakan, rapat koordinasi masih terus berlangsung guna mencari pola pelaksanaan yang paling efektif dan efisien. Menurutnya, kesuksesan acara tidak hanya dilihat dari sisi seremoni, tetapi juga dari aspek keamanan dan kesiapan sarana prasarana.
“Rapat koordinasi terus berjalan untuk memastikan pelaksanaan Mujahadah Kubro ini sukses dari sisi keamanan, acara, maupun sarana dan prasarana,” ujar Prof. Maskuri, Jumat (6/2/2026).
Ia menegaskan, seluruh pihak terkait telah terkonsentrasi dan terkoordinasi dengan baik layaknya sebuah orkestra yang dipimpin oleh seorang dirijen. Dalam hal ini, pelaksana kegiatan menjadi pengendali utama yang mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen.
“Mulai dari Polda, Pangdam V/Brawijaya, bupati, wali kota, Polres, Polresta, pengurus PWNU, PSNU, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat, semuanya terlibat dan saling mendukung,” ungkapnya.
Prof. Maskuri menilai, rangkaian koordinasi yang intens menunjukkan adanya kesadaran dan kematangan semua pihak untuk menyukseskan Mujahadah Kubro 1 Abad NU. Ia juga menyinggung soal peluang kehadiran Presiden RI, Prabowo Subianto dalam acara yang bakal dihadiri sekitar 100 ribu jemaah.
“Terkait kehadiran Presiden, sudah diutusnya Paspampres dan protokol kepresidenan, serta adanya informasi kesediaan kehadiran, itu menjadi harapan besar bagi kami agar Presiden bisa hadir,” tuturnya.
Meski demikian, Prof. Maskuri menegaskan bahwa seluruh persiapan dan hasil akhirnya tetap diserahkan kepada kehendak Allah SWT.
“Ini semua adalah skenario Allah,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




