Libatkan 1.194 Petugas, DLH Kota Malang Tangani Sampah Mujahadah Kubro 1 Abad NU
TIMES Malang/Petugas kebersihan DLH Kota Malang saat membersihkan sampah area luar Stadion Gajayana usai Mujahadah Kubro 1 Abad NU. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Libatkan 1.194 Petugas, DLH Kota Malang Tangani Sampah Mujahadah Kubro 1 Abad NU

Sebanyak 1.194 petugas kebersihan diterjunkan DLH Kota Malang untuk menangani sampah Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana, dengan volume mencapai 70 ton.

TIMES Malang,Minggu 8 Februari 2026, 11:09 WIB
49.1K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengerahkan 1.194 petugas kebersihan untuk menangani sampah pasca pelaksanaan Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama) yang terpusat di Stadion Gajayana. Pembersihan dilakukan secara bertahap sejak kegiatan berlangsung hingga usai, Minggu (8/2/2026).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Raymond Hatigoran Matondang, menjelaskan bahwa ratusan petugas tersebut difokuskan di area dalam stadion, kawasan luar stadion, serta sejumlah ruas jalan utama yang menjadi jalur keluar-masuk jemaah.

“Petugas kami sebar di beberapa titik, termasuk Jalan Semeru, Jalan Welirang, Jalan Lawu, dan Jalan Merapi. Saat ini pembersihan sudah dilakukan dan tinggal proses pengangkutan sampah,” ujar Raymond.

Untuk mendukung percepatan penanganan, DLH Kota Malang menyiagakan sejumlah armada pengangkut, terdiri atas enam unit pikap roda empat, tiga unit truk, serta truk pengangkut sampah yang ditempatkan di sekitar lokasi kegiatan. Sampah yang terkumpul langsung diangkut menuju TPA Supiturang, sementara sebagian lainnya terlebih dahulu dikirim ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk proses pemilahan.

Raymond menyebutkan, total volume sampah yang ditangani diperkirakan mencapai sekitar 70 ton, sesuai dengan perhitungan awal panitia dan DLH. Meski volumenya besar, sebagian besar sampah tergolong ringan karena didominasi plastik, styrofoam bekas kemasan makanan, serta kertas pembungkus.

Dalam operasionalnya, petugas kebersihan dibagi ke dalam lima shift, mulai pagi, sore, malam hari, hingga dini hari menjelang salat Subuh. Pembagian shift dilakukan untuk memastikan area kegiatan tetap tertangani secara berkelanjutan hingga seluruh rangkaian acara selesai.

DLH Kota Malang juga melibatkan berbagai unsur pendukung, seperti Pramuka, PMI, kader lingkungan, pelajar SMA bidang kesehatan, serta sejumlah forum masyarakat. Sebanyak 1.000 trash bag disiapkan di area dalam stadion, area luar, hingga titik-titik strategis lainnya. Selain itu, disediakan ratusan tempat sampah portable yang tersebar di dalam dan luar stadion.

Selain aspek kebersihan, DLH turut mendukung penyediaan fasilitas sanitasi dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batu dan Cipta Karya Kabupaten Malang. Toilet mobil ditempatkan di sejumlah titik sekitar stadion untuk menunjang kenyamanan jemaah selama kegiatan berlangsung.

DLH Kota Malang mengapresiasi jemaah yang telah memanfaatkan titik-titik pengumpulan sampah yang disediakan. Menurut Raymond, kesadaran tersebut turut mempercepat proses pembersihan dan pengangkutan pascakegiatan berskala besar tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi