Pekan Islami PT ACA XIX, Iwan Kurniawan Uji Keberanian Anak Yatim Lewat Kejujuran dan Keberanian
TIMES Malang/Kehangatan dan kebahagiaan yang diberikan Iwan Kurniawan kepada anak-anak yatim selama 19 tahun lewat Pekan Islami Anak Yatim ini telah membuktikan betapa dekatnya mereka sekarang. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

Pekan Islami PT ACA XIX, Iwan Kurniawan Uji Keberanian Anak Yatim Lewat Kejujuran dan Keberanian

Menjelang berakhirnya kegiatan Pekan Islami PT ACA ke-19 tahun 2026, Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan, semakin fokus menguji keberanian dan kejujuran anak-anak yatim melalui metode sederhana.

TIMES Malang,Rabu 11 Maret 2026, 19:13 WIB
72
W
Widodo Irianto

MALANGMenjelang berakhirnya kegiatan Pekan Islami PT ACA ke-19 tahun 2026, Komisaris Utama PT ACA, Iwan Kurniawan, semakin fokus menguji keberanian dan kejujuran anak-anak yatim melalui metode sederhana, yakni memilih antara hadiah atau amplop berisi santunan.

Dalam kegiatan sosial tersebut, Iwan Kurniawan tidak hanya memberikan santunan berupa uang yang dimasukkan dalam amplop tertutup, tetapi juga menyediakan berbagai hadiah mainan seperti pistol air, helikopter mainan, boneka Barbie, boneka terbang, mobil remote control, hingga hadiah utama berupa mobil-mobilan elektrik.

Melalui metode tersebut, kegiatan santunan tidak sekadar menghadirkan hiburan seperti joget atau permainan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun karakter anak-anak yatim agar lebih berani dan mandiri.

article
Terkadang seorang bapak memang harus merangkul anak dalam arti yang sesungguhnya, agar anak berani untuk berucap yang benar dan mendengar kejujurannya. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

Cara pengujiannya cukup sederhana. Anak-anak dipanggil ke depan, lalu diberi beberapa pertanyaan atau ditawari pilihan antara hadiah mainan atau amplop berisi santunan.

Ketika seorang anak memilih hadiah, Iwan biasanya melanjutkan dengan pertanyaan yang menguji keberanian mereka.

“Bagaimana kalau nanti orang tuanya tahu pulang tidak membawa amplop dan hanya mainan saja? Jawabnya bagaimana kepada ibu atau bapak nanti?” tanya Iwan kepada salah satu anak.

Jawaban anak-anak pun beragam. Sebagian besar dengan jujur mengaku ingin mendapatkan mainan. Bahkan ada anak yang spontan menjawab, “Saya bebas kok, Pak.”

article
Kali ini acara santunan anak yatim yang digelar PT Anugerah Citra Abadi yang ke XIX juga dihadiri sejumlah kepala desa, jadilah acara itu meriah dan menyenangkan. (FOTO: Widodo Irianto/TIMES Indonesia)

Mendengar jawaban tersebut, Iwan tertawa dan mengapresiasi kejujuran anak tersebut.

“Ini salah satu contoh bentuk tanggung jawab dari seorang anak seusianya. Ini bagus, dan saya senang dengan kejujurannya,” ujar Iwan.

Menurutnya, metode sederhana tersebut merupakan bagian dari upaya membantu membentuk karakter sekaligus merangsang kecerdasan anak-anak yatim.

“Tahun ini saya mencoba membantu membentuk karakter dan IQ mereka meski dengan waktu yang sangat terbatas,” katanya kepada TIMES Indonesia.

Selain melatih keberanian tampil di depan umum, Iwan juga menyisipkan pertanyaan-pertanyaan seputar pengetahuan umum dan pelajaran sekolah.

Dari kegiatan tersebut, ia menemukan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam kemampuan dasar akademik. Bahkan ada siswa kelas 6 SD yang kesulitan menjawab soal perkalian sederhana seperti 8 × 2, meskipun sudah mencoba menghitung menggunakan jari.

Temuan tersebut membuat Iwan bertekad untuk memberi perhatian lebih pada bidang akademik dalam kegiatan santunan tahun mendatang.

“Adik-adik, tahun depan insyaallah saya akan menyiapkan hadiah istimewa bagi kalian yang berprestasi. Saya akan melihat rapor kalian. Siapa yang juara dan nilainya bagus akan saya beri hadiah istimewa,” ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, kegiatan santunan ini juga mendapat dukungan dari Bupati Malang, Sanusi, yang turut mendorong anak-anak yatim agar lebih giat belajar demi masa depan yang lebih baik.

“Kalau kalian belajar dengan baik, giat, dan nilai akademiknya bagus, maka insyaallah kalian akan menjadi orang yang berhasil. Mau jadi bupati atau pengusaha, semuanya berawal dari prestasi akademik,” kata Sanusi.

Sementara itu, mubaligh KH Kholili yang turut mendampingi kegiatan tersebut menekankan bahwa kesuksesan harus dibangun melalui keseimbangan antara pendidikan akademik dan pendidikan keagamaan.

“Kalau akademik kalian baik maka kelak menjadi orang yang berhasil. Tetapi supaya hidupnya juga benar, harus diperkuat dengan pendidikan agama. Siang sekolah, sore mengaji,” ujarnya.

Pada hari ke-10 pelaksanaan kegiatan, Rabu (11/3/2026), Pekan Islami PT ACA ke-19 memberikan santunan kepada 1.140 anak yatim di dua kecamatan, yakni Singosari sebanyak 679 anak dan Lawang sebanyak 461 anak.

Kegiatan Pekan Islami PT ACA ke-19 dijadwalkan berakhir pada Kamis (12/3/2026) dengan agenda santunan bagi anak-anak yatim di Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, dan Turen.

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, Iwan Kurniawan juga beberapa kali didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Malang Sanusi, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar, anggota DPRD Kabupaten Malang, serta tokoh masyarakat dan organisasi perempuan seperti Fatayat.

Melalui kegiatan sosial tersebut, Iwan Kurniawan menegaskan bahwa tahun ini fokus kegiatan adalah membangun keberanian dan kemandirian anak-anak yatim. Sementara pada tahun depan, program santunan akan diarahkan untuk memberikan penghargaan kepada anak-anak yang berprestasi di bidang akademik.(*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Widodo Irianto
|
Editor:Imadudin Muhammad