Jembatan Garuda Termangu di Malang Diresmikan, Permudah Akses Warga Ternyang–Mangunrejo
Jembatan Garuda Termangu yang menghubungkan Desa Ternyang Sumberpucung dan Mangunrejo Kepanjen di Kabupaten Malang resmi dioperasikan. Jembatan ini mempermudah akses warga dan pelajar.
MALANG – Jembatan Garuda yang menghubungkan dua desa di Kabupaten Malang, yakni Desa Ternyang Kecamatan Sumberpucung dan Desa Mangunrejo Kecamatan Kepanjen, resmi dioperasikan pada Senin (9/3/2026) sore.
Peresmian Jembatan Garuda tersebut dilakukan secara daring bersamaan dengan peresmian 200 titik Jembatan Garuda di seluruh Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto dari Aceh.
Sejumlah pejabat turut hadir mengikuti peresmian secara daring di lokasi, di antaranya Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Bupati Malang H. Sanusi, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, serta Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando.
Di sela kegiatan tersebut, Kasdam V/Brawijaya bersama Danrem 083/Baladhika Jaya dan Bupati Malang meninjau langsung kondisi fisik jembatan. Bupati Sanusi bahkan sempat berjalan menyusuri jembatan untuk memastikan kelayakan fasilitas tersebut.

Meski peresmian berlangsung di tengah cuaca terik, ratusan warga tampak antusias menghadiri acara tersebut. Selain masyarakat setempat, kegiatan ini juga dihadiri oleh pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
Jembatan Garuda yang kemudian dikenal sebagai Jembatan Termangu (Ternyang–Mangunrejo) dibangun dengan konstruksi gantung yang menghubungkan dua wilayah desa yang dipisahkan oleh aliran sungai.
Jembatan tersebut memiliki panjang bentangan sekitar 143 meter dengan lebar satu meter. Di bawahnya mengalir sungai dengan lebar sekitar 45 meter yang sebelumnya menjadi penghalang akses langsung bagi warga.
Bupati Malang H. Sanusi mengatakan keberadaan jembatan ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat, khususnya bagi para pelajar dari Desa Ternyang yang bersekolah di wilayah Kecamatan Kepanjen.
“Adanya jembatan ini nanti lebih efisien untuk akses anak ke sekolah. Perjalanan ke sekolah di Kepanjen bisa ditempuh sekitar 15 menit, dibandingkan sebelumnya yang harus memutar melalui jalan utama hingga lebih dari 30 menit,” jelas Sanusi.
Pemerintah Kabupaten Malang juga turut mendukung pembangunan akses menuju jembatan dengan membangun jalan paving sepanjang 380 meter dengan lebar tiga meter.

Selain sebagai penghubung antarwilayah, Sanusi menilai jembatan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata edukatif bagi masyarakat.
“Dukungan Pemkab Malang tentu akan berkelanjutan, termasuk dalam hal pemeliharaan setelah jembatan ini resmi diserahkan kepada pemerintah daerah,” ujar Sanusi.
Sementara itu, Kepala Desa Ternyang, Didik Santoso, menyampaikan bahwa jembatan tersebut akan sangat bermanfaat bagi masyarakat desa yang berjumlah sekitar 5.800 jiwa.
Menurutnya, keberadaan jembatan akan mempermudah aktivitas warga, terutama bagi pelajar karena wilayah Desa Ternyang secara zonasi pendidikan masuk wilayah Kecamatan Kepanjen.
“Akses jalannya juga lebih nyaman. Diperkirakan sekitar 30 sampai 40 persen warga desa kami akan memanfaatkan jembatan ini setiap hari,” ujar Didik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



