Khofifah: Semangat 1 Abad NU di Malang Cerminkan Islam Toleran
TIMES Malang/Gubenur Khofifah Indar Parawansa menyapa para jemaah yang mengikuti peringatan 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang, Minggu (8/2/2026). (Foto: Pemprov Jatim)

Khofifah: Semangat 1 Abad NU di Malang Cerminkan Islam Toleran

Dalam rangkaian peringatan 1 Abad NU di Kota Malang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan peran NU sebagai penjaga Islam moderat, toleransi, dan perekat kebangsaan Indonesia.

TIMES Malang,Minggu 8 Februari 2026, 16:24 WIB
32.6K
R
Rudi Mulya

MALANGGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) telah membuktikan diri sebagai organisasi keagamaan sekaligus kebangsaan yang mampu bertahan dan tetap relevan selama satu abad perjalanan Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang digelar di Kota Malang.

Menurut Khofifah, NU secara konsisten mengedepankan Islam moderat atau Islam wasathiyah yang menjunjung tinggi toleransi, menjaga tradisi kenusantaraan, serta berkontribusi dalam pengembangan peradaban melalui berbagai lembaga pendidikan.

“NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan, dan berkontribusi mengembangkan peradaban melalui lembaga-lembaga pendidikan,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan, kekuatan NU juga terletak pada jaringan pesantren yang sangat luas, baik pesantren tradisional maupun modern, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pesantren-pesantren tersebut menjadi pusat pengembangan keilmuan sekaligus pembentukan karakter umat.

“Banyak pesantren menjadi tempat bertumbuh dan berkembangnya peradaban, yang membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menilai bahwa pada usia satu abad, NU telah tumbuh menjadi rumah besar umat yang mengayomi masyarakat lintas latar belakang, sekaligus berperan sebagai perekat keberagaman bangsa.

Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tercermin dalam rangkaian kegiatan 1 Abad NU di Kota Malang yang berlangsung dengan semangat kebersamaan dan toleransi.

“Ibarat rumah, NU adalah rumah besar yang kokoh dan penuh toleransi, mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Kota Malang, yang dipusatkan di kawasan Stadion Gajayana.

Ia menilai, dukungan tidak hanya datang dari warga Nahdliyin, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat lintas latar belakang.

“Sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan dan toleransi bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah Kubro ini,” ungkap Gus Kikin.

Atas nama warga NU Jawa Timur, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang apabila selama rangkaian peringatan 1 Abad NU terdapat potensi ketidaknyamanan atau gangguan aktivitas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Malang dan mohon maaf apabila selama beberapa hari ini terdapat gangguan aktivitas,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rudi Mulya
|
Editor:Tim Redaksi