Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang
TIMES Malang/Presiden Prabowo Subianto saat berpidato pada acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang, Minggu (8/2/2026). (foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang menegaskan peran NU sebagai pilar persatuan dan penjaga kedamaian bangsa.

TIMES Malang,Minggu 8 Februari 2026, 09:41 WIB
35.2K
T
Tria Adha

MALANGPresiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Puncak Resepsi 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Di hadapan puluhan ribu jemaah NU, para kiai, santri, serta tokoh lintas iman, Presiden menyampaikan pidato kebangsaan yang menekankan peran historis NU dalam menjaga persatuan bangsa, komitmen negara melindungi rakyat, serta tekad mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengulas kontribusi NU sejak masa perjuangan kemerdekaan, khususnya peran para kiai di Jawa Timur, hingga peran NU dalam menjaga stabilitas dan kedamaian nasional. Presiden juga menegaskan sikap pemerintah terhadap persatuan elite bangsa, pemberantasan korupsi, pengelolaan kekayaan negara, serta sejumlah agenda strategis nasional di bidang pangan, kesejahteraan, dan pelayanan publik.

Berikut inti sari pidato Presiden Prabowo Subianto pada Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang.

Seratus tahun kiprah Nahdlatul Ulama telah membuktikan bahwa NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan pilar kebesaran bangsa Indonesia. Sepanjang sejarah republik ini, NU selalu hadir ketika negara berada dalam situasi genting dan membutuhkan pengabdian.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia memang dibacakan di Jakarta pada 17 Agustus 1945. Namun, ujian sejati kemerdekaan itu berlangsung di Jawa Timur, terutama di Surabaya dan sekitarnya. Di wilayah inilah rakyat Indonesia, yang dipimpin para kiai dan ulama, menghadapi kekuatan negara-negara besar Eropa. Rakyat Jawa Timur menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah tunduk kepada siapa pun yang ingin kembali menjajah bangsa ini.

Dari sejarah itulah NU memberi teladan penting: menjaga persatuan. Tidak ada bangsa yang kuat dan tidak ada bangsa yang maju jika para pemimpinnya tidak rukun. Karena itu, saya selalu mengajak seluruh unsur bangsa untuk bersatu. Kita boleh berbeda pendapat, boleh bersaing, bahkan boleh berdebat. Namun, pada akhirnya para pemimpin harus rukun dan menjaga persatuan serta kesatuan bangsa.

Sejarah manusia mengajarkan bahwa kemakmuran tidak mungkin terwujud tanpa perdamaian. Perdamaian juga tidak akan lahir jika para pemimpin tidak bersatu dan tidak kompak. Para pemimpin politik, pemimpin ekonomi, kaum intelektual, dan seluruh elemen bangsa harus berpikir dan mengabdi untuk kepentingan rakyat Indonesia secara menyeluruh.

Para guru dan para kiai telah mengajarkan nilai luhur mikul dhuwur mendhem jero. Tidak boleh ada kebencian dan dendam. Perbedaan bukan masalah, karena musyawarah untuk mufakat adalah kepribadian bangsa Indonesia.

Pada kesempatan ini, saya hadir untuk mengucapkan terima kasih kepada Nahdlatul Ulama, para ulama, para kiai, serta seluruh keluarga besar NU. Terima kasih atas peran NU dalam menjaga kedamaian dan stabilitas negeri ini.

Saya telah menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia sejak 20 Oktober 2024. Saya disumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa tugas nasional pertama adalah melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Amanah itu saya maknai sebagai kewajiban melindungi seluruh rakyat Indonesia, dari ancaman fisik, kemiskinan, kelaparan, keterbatasan layanan kesehatan, hingga keterbatasan akses pendidikan.

Saya juga menerima tugas untuk melindungi kekayaan rakyat Indonesia. Saya bersumpah akan setia menjalankan tugas itu selama masih ada napas di dalam tubuh saya. Hanya dengan pengelolaan kekayaan bangsa yang baik, kesejahteraan rakyat dapat benar-benar terwujud.

Sejak menjabat, saya mempelajari seluruh data dan fakta tentang negeri ini. Bangsa Indonesia dianugerahi Tuhan kekayaan alam yang luar biasa. Namun pertanyaannya, apakah kita pandai menjaga kekayaan tersebut? Saya menemukan bahwa terlalu banyak kekayaan bangsa yang tidak terjaga, terlalu banyak yang dicuri, dan terlalu banyak yang hilang serta dibawa ke luar negeri.

Karena itu, pemerintah tidak boleh ragu. Yang benar harus dikatakan benar, dan yang salah harus dikatakan salah. Pemerintah akan melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, dan perampasan kekayaan Indonesia. Saya tidak akan mundur.

Di tengah-tengah jemaah hari ini, saya merasakan semangat persatuan, semangat keguyuban, serta keteduhan dalam menegakkan kedamaian. Dari sorotan mata para ibu-ibu, khususnya emak-emak NU, saya merasakan harapan yang kuat—harapan setiap orang tua agar Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur.

Kita harus bersatu dan bertekad menghilangkan kemiskinan dari Indonesia. Jika kita berani, pandai, dan teguh, insyaallah kekayaan bangsa ini cukup untuk membuat seluruh rakyat hidup sejahtera. Pemerintah telah membuktikan bahwa kita mampu mengendalikan harga dan menjaga ketahanan pangan.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, cadangan beras nasional mencapai tingkat tertinggi. Sejak 31 Desember 2025, Indonesia telah mencapai swasembada beras, dan sebentar lagi swasembada jagung. Dalam tiga tahun ke depan, kita menargetkan swasembada penuh. Pemerintah juga bertekad menurunkan harga-harga pangan.

Saat ini, pemerintah telah menyalurkan manfaat program Makan Bergizi Gratis kepada sekitar 60 juta penerima, termasuk anak-anak, ibu, dan lansia. Sebelum akhir 2026, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat menjadi 82 juta orang.

Pemerintah juga berkomitmen menciptakan lapangan kerja melalui industrialisasi dan pembangunan industri nasional, karena Indonesia bertekad menjadi negara maju. Di saat yang sama, program pembangunan rumah murah bagi rakyat terus dijalankan.

Indonesia juga mencatat sejarah baru dengan memperoleh hak atas lahan di Arab Saudi untuk membangun Kampung Haji Indonesia di Mekkah. Seluruh jemaah haji Indonesia nantinya akan memperoleh hunian yang layak dan pelayanan yang baik. Saya bertekad menurunkan biaya haji.

Untuk pertama kalinya, Arab Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki lahan di Kota Suci Mekkah, bahkan dengan penyesuaian regulasi. Kampung Haji Indonesia akan menjadi yang pertama, dengan target awal seribu kamar dan akan terus dikembangkan.

Percayalah, kepentingan rakyat berada di atas segala kepentingan. Selama saya memimpin, kita akan terus berdoa dan berikhtiar agar Indonesia maju, terhindar dari bencana, dan tetap menjaga persatuan.

Selamat satu abad Nahdlatul Ulama. Semoga NU semakin besar kiprahnya dalam mencerdaskan, menyatukan, dan menjaga perdamaian bangsa. Semoga NU terus menjadi teladan dalam merawat toleransi.

Saya juga terharu melihat keterlibatan gereja-gereja dalam mendukung acara ini. Ini adalah contoh nyata persaudaraan lintas iman, sebagaimana diteladankan para pemimpin NU, termasuk Gus Dur. Kita boleh berbeda, tetapi kita harus hidup dalam kerukunan.

Terima kasih NU, yang selalu setia menjaga Indonesia dan martabat kebesaran bangsa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Tria Adha
|
Editor:Tim Redaksi