Amithya: Kota Malang Punya Modal Kuat Jadi Destinasi Wisata Religi
TIMES Malang/Ribuan jemaah berdoa saat Mujahadah Kubro 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama) di Stadion Gajayana Malang, Minggu (8/2/2026). (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

Amithya: Kota Malang Punya Modal Kuat Jadi Destinasi Wisata Religi

Ketua DPRD Kota Malang menilai suksesnya Mujahadah Kubro 1 Abad NU menjadi momentum untuk mengembangkan Kota Malang sebagai destinasi wisata religi nasional.

TIMES Malang,Minggu 8 Februari 2026, 11:31 WIB
28K
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGKesuksesan pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad NU (Nahdlatul Ulama) di Kota Malang, pada 7-8 Februari 2026, menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menatap pengembangan sektor wisata religi.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menilai Kota Malang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi berskala nasional.

Menurut Amithya, kegiatan akbar yang dihadiri jamaah dari berbagai daerah di Indonesia tersebut membuktikan kesiapan Kota Malang dalam menjadi tuan rumah agenda keagamaan besar. Ia menyebut, penyelenggaraan Mujahadah Kubro menjadi pembelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

“Potensi wisata religi di Kota Malang itu sebenarnya ada. Harapannya, ini bisa menjadi salah satu opsi pengembangan pariwisata, tidak hanya pariwisata umum, tetapi juga bidang religi,” ujar Amithya, Minggu (8/2/2026).

Ia menegaskan, meskipun kegiatan berjalan sukses dan lancar, tetap terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan. Hal tersebut penting agar ke depan Kota Malang dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi wisatawan religi maupun peserta kegiatan keagamaan berskala besar.

“Sesukses apa pun kegiatan, pasti ada hal-hal yang bisa kita perbaiki. Ini menjadi pembelajaran agar Kota Malang semakin siap melayani wisatawan religi ke depannya,” ungkapnya.

Amithya juga menyoroti makna strategis kegiatan tersebut bagi pemerintah daerah, khususnya lembaga legislatif. Kehadiran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi besar dinilai memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“NU memiliki andil besar dalam sejarah Republik Indonesia. Karena itu, sinergi antarorganisasi dan seluruh elemen bangsa sangat penting untuk bersama-sama membangun Indonesia,” jelasnya.

Ia menambahkan, momentum Mujahadah Kubro 1 Abad NU juga menjadi ajang untuk meneguhkan kembali semangat persatuan dan soliditas nasional, terlebih di tengah berbagai tantangan ke depan.

“Kalau semua stakeholder semakin solid, tantangan apa pun akan lebih mudah kita hadapi bersama,” katanya.

Terkait pelaksanaan kegiatan, Amithya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk panitia dan aparat pengamanan. Meski sempat diguyur hujan sejak sore hingga dini hari, acara tetap berlangsung kondusif dan tertib.

“Alhamdulillah kegiatannya berjalan lancar. Jamaah tetap hadir, suasana kondusif, dan arus kepulangan juga terurai dengan cepat,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto beserta jajaran menteri dalam puncak acara tersebut. Menurutnya, hal itu semakin menegaskan bahwa Kota Malang mampu menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional.

“Ini menjadi titik baik bagi Kota Malang. Ke depan, kita siap menerima kegiatan-kegiatan level nasional, bukan hanya regional, dan alhamdulillah semuanya bisa terfasilitasi dengan baik,” ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Tim Redaksi