TIMES MALANG, MALANG – Setelah berlangsung empat hari, upaya pencarian seorang buruh tani bernama Alapi Hariyono (64), warga Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur yang hanyut di sungai Kemapag, berakhir ditemukan di tengah perairan laut Pengambengan, Desa pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali, pada Minggu (11/1/2026) malam.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh nelayan dan informasi tersebut kemudian diteruskan ke Tim SAR Gabungan, termasuk tim SAR wilayah Jembrana, Bali.
Berdasarkan hasil identifikasi dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Alapi Hariyono (64) yang sebelumnya dilaporkan hilang hanyut di sungai Kemapag, Desa Gumirih. Korban ditemukan sekitar pukul 20.35 WIB dan ditemukan di perairan laut selatan Banyuwangi, tepatnya pada koordinat 8°24'29.51" LS – 114°35'58" BT, atau sekitar 16 nautical mile (NM) dari Muara Bomo ke arah tenggara.
“Setelah dilakukan koordinasi lintas wilayah, korban berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses lebih lanjut,” jelas I Made Oka Astawa, Senin (12/1/2026).
Adapun saat ditemukan jasad tersebut memiliki ciri-ciri diantaranya tinggi badan 156 Centimeter (Cm), wajah sudah tidak bisa dikenali, rambut hanya tersisa sedikit dibagian kepala belakang, jenis kelamin laki laki dengan kemaluan disunat, terdapat sarung Golok yang terbuat dari kayu dengan warna coklat yang masih terikat melekat dengan tali plastik warna biru dengan panjang 26 cm, jasad mengenakan baju kaos lengan panjang warna hijau pada bagian dada kiri depan terdapat gambar gajah bertuliskan Plastik Hitam perak dan pada bagian punggung bertuliskan Plastik Hitam perak "Gajah" kualitas terjamin, dan terakhir tidak menggunakan celana dalam.
Dengan ditemukannya korban, lanjut I Made Oka Astawa, operasi SAR hari keempat secara resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah terlibat aktif sejak hari pertama pencarian,” tuturnya.
Selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kansar Banyuwangi, BPBD, TNI, Polri, instansi terkait, relawan, serta masyarakat. Sejumlah peralatan SAR air dan medis turut dikerahkan dalam proses pencarian.
I Made Oka Astawa menambahkan, cuaca hujan disertai angin kencang sempat menjadi tantangan utama di lapangan. Namun berkat koordinasi yang solid lintas sektor, operasi pencarian dapat berjalan aman hingga korban berhasil ditemukan.
“Karena beberapa hari cuaca sering hujan disertai angin kencang menjadi penghambat kami,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, jasad atau seorang buruh tani bernama Alapi Hariyono (64), warga Dusun Kumbo, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur dilaporkan hanyut terseret arus sungai Kemapag, Kamis (8/1/2026)
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB saat wilayah Singojuruh diguyur hujan deras, yang saat ini Alapi Hariyono tengah berteduh di pondok milik kakaknya bernama Endang Suyitno.
Sayangnya hingga pukul 19.00 WIB, istri korban melapor kepada kakak korban, bahwa suaminya belum juga kembali. Alapi Hariyono diduga hanyut dan hanya ditemukan mesin potong rumput yang tersangkut pada ranting kurang lebih 500 Meter dari tempat korban biasa menyebrang sungai. (*)
| Pewarta | : Syamsul Arifin |
| Editor | : Imadudin Muhammad |