TIMES MALANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang memastikan akan melakukan pembenahan fasilitas kesehatan pada 2026, dengan sasaran 8 puskesmas yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg. Wiyanto Wijoyo, M.M.Kes, mengatakan perbaikan puskesmas merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun, baik untuk puskesmas induk maupun puskesmas pembantu.
“Puskesmas ini setiap tahunnya tetap dibenahi terus, baik puskesmas maupun puskesmas pembantu. Kita selalu anggarkan untuk pembenahannya,” ujar Wiyanto.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 terdapat 8 puskesmas yang masuk dalam perencanaan pembenahan, serta 3 kegiatan yang melalui proses lelang. Tiga paket lelang tersebut berkaitan dengan relokasi puskesmas dan puskesmas pembantu tahap kedua.
“Yang terencana itu ada 8 puskesmas, kemudian 3 paket melalui lelang. Tiga lelang ini untuk perbaikan relokasi puskesmas, termasuk relokasi puskesmas pembantu tahap dua,” jelasnya.
Beberapa wilayah yang masuk dalam rencana relokasi seperti Puskesmas ri Kecamatan Bululawang dan Poncokusumo. Pelayanan Puskesmas tersebut akan dipindah ke tempat yang baru, karena tempat yang lama kurang memadai.
Terkait sumber anggaran, Wiyanto menyebut pembenahan fasilitas kesehatan tersebut dapat didukung dari berbagai skema pendanaan, baik Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) maupun anggaran dari pemerintah pusat.
“Anggarannya bisa dari DBHCHT atau dari pusat. Biasanya yang banyak dibenahi itu bagian atap yang bocor dan kerusakan fisik lainnya,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |