TIMES MALANG, MALANG – Pemkot Malang memprioritaskan kawasan Kayutangan Heritage sebagai salah satu fokus utama dan percontohan proyek ducting atau penanaman kabel bawah tanah. Kawasan ikonik tersebut direncanakan menjadi titik awal penataan kabel bekerja sama dengan investor yang baru saja tertarik.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arief Tri Sastyawan mengatakan, penjajakan dengan investor hingga kini masih terus dilakukan. Investor disebut menginginkan kawasan-kawasan ikonik Kota Malang didahulukan dalam pengerjaan proyek ducting.
“Kalau proyek ini berjalan, investor meminta agar lokasi-lokasi yang menjadi ikon kota diprioritaskan. Selain Kayutangan Heritage, kawasan Ijen juga masuk dalam prioritas,” ujar Arief, Jumat (23/1/2026).
Nilai investasi proyek penataan kabel tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 miliar. Pemkot Malang berharap proyek ducting dapat terealisasi sebagai salah satu hadiah bagi peringatan hari jadi Kota Malang.
Meski demikian, Arief menjelaskan tidak semua ruas jalan di Kota Malang memungkinkan untuk diterapkan sistem ducting bawah tanah. Keterbatasan ruang dan kondisi jalan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaannya.
Sebagai solusi, Pemkot Malang akan menerapkan sistem hybrid dalam penataan kabel. Artinya, tidak seluruh kawasan menggunakan ducting bawah tanah.
“Untuk ruas jalan tertentu yang tidak memungkinkan dilakukan penggalian, akan digunakan sistem monopole. Kabel-kabel akan ditata rapi pada satu tiang saja dan dilengkapi CCTV, sehingga tidak lagi terlihat semrawut,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 12 hingga 14 penyedia layanan telekomunikasi tercatat telah mengajukan izin untuk bergabung dalam proyek penataan kabel tersebut. Pemkot Malang menargetkan proyek ini dapat berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sedari awal Pak Wali memang meminta menggunakan dana non-APBD karena proyek ini membutuhkan dana cukup besar. Hal itu juga sudah disampaikan oleh Kemendagri, bahwa penataan kabel udara bisa menggunakan dana swasta,” ungkapnya.
Dengan penataan kabel ini, Pemkot Malang berharap wajah kota, khususnya di kawasan heritage dan destinasi wisata, menjadi lebih rapi, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Mudah-mudahan harapan kami semua tahun ini sudah mulai berjalan, sembari menunggu peraturan daerahnya,” pungkasnya.(*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Imadudin Muhammad |