TIMES MALANG, SURABAYA – Tiga remaja penyandang Down syndrome dari Kota Malang tampil percaya diri di panggung “Aice Got You: Panggung Crispy-mu”, ajang yang digelar Aice Ice Cream pada 28–30 November 2025 di Surabaya Youth Center.
Di tengah ratusan peserta yang menampilkan beragam talenta, ketiganya mencuri perhatian dengan busana bermotif ecoprint bernomor peserta 37.
Mereka adalah Jesika Ramadhani, Agam Baharudin, dan Zalfa Maurizka, perwakilan dari Yayasan Pejuang Mimpi Indonesia. Selama ini, ketiganya lebih sering tampil di acara-acara khusus penyandang disabilitas di Malang. Lomba tingkat nasional ini menjadi panggung pertama mereka yang benar-benar inklusif, tanpa pembatas kategori.
Ketua sekaligus pendiri yayasan, Sri Rahayu (49), menceritakan bahwa sempat muncul rasa minder dari para orang tua dan pendamping. Namun dorongan kuat untuk memberi ruang dan pengalaman baru bagi anak-anak mereka akhirnya mengalahkan segala kekhawatiran, termasuk kemungkinan stigma dan penolakan. Dukungan dari keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar menjadi modal utama bagi tiga remaja ini untuk berani melangkah.
Penampilan mereka kian memukau berkat kostum karya brand lokal Hamparan Rintik. Dengan desain khas shibori, koleksi rancangan Fikroh Ryanda Saputra membuat ketiganya tampil lebih elegan sekaligus unik. Kepercayaan diri pun tampak jelas pada wajah mereka saat berada di atas panggung.
Meski belum berhasil masuk sebagai nominasi tingkat provinsi, penampilan Jesika, Agam, dan Zalfa mendapat apresiasi hangat dari dewan juri maupun pengunjung. Kehadiran mereka membuktikan bahwa ruang inklusif dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas bukan hanya wacana, tetapi nyata dan layak diperjuangkan.
Hamparan Rintik, sebagai brand lokal asal Malang, memang dikenal aktif mendukung gerakan inklusivitas. Kehadiran tiga model muda istimewa itu menjadi bukti bahwa kolaborasi kreatif dapat membuka lebih banyak pintu bagi talenta disabilitas untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. (*)
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |