TIMES MALANG, SELANGOR – Universitas Negeri Malang (UM) kembali memperluas kolaborasi internasional melalui program study visit ke Universiti Putra Malaysia (UPM) pada 23–29 November 2025.
Kegiatan ini menjadi kunjungan balasan setelah sebelumnya UPM mengirim 10 mahasiswanya ke UM. Enam mahasiswa UM, dua dari Pendidikan Bahasa Mandarin dan empat dari Pendidikan Bahasa Jerman, ditugaskan mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan budaya di kampus mitra tersebut.
Program ini tidak hanya berisi kunjungan akademik, tetapi juga menghadirkan sesi visiting lecturer. Dosen UM yang terlibat ialah Dr. Dewi Kartika Ardiyani, S.Pd., M.Pd., serta Prof. Dr. Primadiana Hermilia Wijaya dari Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman.
Para peserta juga dijadwalkan mengikuti lima kelas di UPM, mencakup perkuliahan bahasa Jerman dan Mandarin, sehingga memungkinkan mahasiswa merasakan pengalaman belajar lintas budaya bersama mahasiswa Malaysia.
Setibanya di kampus UPM, rombongan UM disambut Ketua Jabatan Bahasa Asing, Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi, Prof. Madya Dr. Abd Rauf bin Hasan; penanggung jawab program, Dr. Farhana Muslim binti Mohd Jalis; serta Ikmal Trinato dan dua mahasiswa pendamping. Seluruh peserta ditempatkan di asrama kampus untuk memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan mahasiswa di UPM.
Di luar kelas, peserta study visit diajak mengenal berbagai sisi budaya dan fasilitas pendidikan di Selangor dan Kuala Lumpur. Mereka berkunjung ke Putra FM—stasiun radio kampus pertama di Malaysia—untuk menyimak proses produksi siaran, mengamati koleksi artefak di Museum Warisan Melayu, serta meninjau Perpustakaan UPM yang kini hadir dengan konsep modern dan fasilitas digital.
Interaksi intens selama satu pekan memberi ruang bagi mahasiswa UM untuk memperkaya kompetensi bahasa, baik bahasa asing yang mereka pelajari maupun bahasa Melayu yang digunakan sehari-hari oleh mahasiswa UPM.
Dr. Dewi menilai kegiatan ini memberi pengalaman komprehensif bagi mahasiswa. “Belajar bahasa di negara lain memberi perspektif yang lebih luas. Mahasiswa tidak hanya mempelajari struktur bahasa, tetapi juga budaya, kebiasaan, dan cara berkomunikasi masyarakat setempat,” ujarnya. Hal senada disampaikan Prof. Primadiana yang menekankan pentingnya jejaring akademik antarnegara sebagai fondasi kolaborasi Asia Tenggara.
Melalui program ini, UM berharap hubungan bilateral dengan UPM semakin erat dan membuka peluang kerja sama di bidang akademik maupun budaya. Bagi mahasiswa, pengalaman selama tujuh hari di Malaysia menjadi bekal berharga untuk memperluas wawasan global sekaligus memahami keberagaman bahasa di kawasan regional. (*)
Pewarta: Wanda Rachmawati Athya Putri
| Pewarta | : TIMES Magang 2025 |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |