https://malang.times.co.id/
Berita

Jawa Tengah Mantapkan Diri sebagai Basis Gerakan Petani

Minggu, 30 November 2025 - 11:06
Gubernur Ahmad Luthfi: Jawa Tengah Jadi Pusat Energi Gerakan Petani Nasional Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat sambutan di acara Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 di Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (29/11/2025). (foto: Pemprov Jateng)

TIMES MALANG, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa daerahnya kini menjadi pusat energi gerakan petani nasional, seiring menguatnya organisasi Tani Merdeka yang tumbuh dari desa-desa di Jawa Tengah.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025, Sabtu (29/11/2025), sebuah perhelatan berskala nasional yang menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi pelopor gerakan petani akar rumput.

Menurut Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, kekuatan Jawa Tengah tidak hanya terletak pada sumber daya manusia petaninya, tetapi juga pada luasnya lahan pertanian yang mencapai satu juta hektare dari total tiga juta hektare wilayah provinsi tersebut.

“Ini modal besar bagi kedaulatan pangan nasional. Jawa Tengah memiliki energi muda dan kekuatan pertanian yang nyata,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa pergerakan Tani Merdeka memang bertumbuh kuat di daerahnya. Hampir di setiap kegiatan pertanian, ia selalu bertemu dengan para komandan Tani dari berbagai kabupaten/kota. “Jawa Tengah ini basis kuat. Banyak inisiasi gerakan lahir dari sini,” katanya.

Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025

Gebyar Tani Merdeka Indonesia 2025 sendiri untuk pertama kalinya digelar secara nasional, diawali jamuan makan malam di Gradhika Bhakti Praja pada Sabtu malam, 29 November 2025. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus Tani Merdeka dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan jajaran pengurus pusat.

Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum Tani Merdeka, Sudaryono, menegaskan bahwa organisasi ini merupakan gerakan akar rumput yang menjangkau hingga tingkat desa dan lahir dari realitas petani di Jawa Tengah. “Tani Merdeka ini lahir, tumbuh, dan besar di Jawa Tengah,” ujar Sudaryono.

Ia menilai kekuatan organisasi bukan pada struktur, melainkan pada militansi anggota yang sehari-hari adalah petani aktif. “Basis mereka kelompok tani betulan. Keras memperjuangkan kepentingan, tetapi lembut dan peduli dalam keseharian,” tambahnya.

Saat ini Tani Merdeka memiliki lebih dari 7.500 koordinator desa (kordes) yang tersebar hampir di seluruh desa pertanian Jawa Tengah. Jaringan ini menjadi motor penggerak dalam menyuarakan kebutuhan dan kepentingan petani di lapangan.

Gebyar Tani Merdeka 2025 juga menjadi momentum penyamaan visi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional—mulai dari peningkatan produktivitas, percepatan distribusi pupuk, hingga adopsi teknologi pertanian modern.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung Minggu, 30 November 2025, dengan pelantikan pengurus DPW Tani Merdeka Provinsi Jawa Tengah sebagai simbol penguatan gerakan di tingkat wilayah. (*)

Pewarta : Bambang H Irwanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.