Ekonomi Kabupaten Malang Tumbuh 5,92 Persen pada 2025, Industri Pengolahan Masih Dominan
Ekonomi Kabupaten Malang tumbuh 5,92 persen pada 2025 menurut data BPS. Sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar terhadap struktur ekonomi daerah.
MALANG – Perekonomian Kabupaten Malang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang mencatat pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,92 persen secara year on year (y-on-y).
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus membaik di berbagai sektor usaha.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang pada tahun 2025 mencapai 5,92 persen. Hal ini menunjukkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya dalam rilis Berita Resmi Statistik.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Malang atas dasar harga berlaku pada 2025 tercatat sebesar Rp150,23 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp84,20 triliun.
Berdasarkan distribusi PDRB menurut lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap struktur ekonomi Kabupaten Malang dengan kontribusi 33,67 persen.
Kontributor besar lainnya adalah sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 18,76 persen, diikuti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 13,81 persen, serta sektor konstruksi sebesar 12,46 persen.
Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 4,34 persen, sedangkan kategori lapangan usaha lainnya mencapai 16,96 persen.
Jika dilihat dari sisi pertumbuhan lapangan usaha sepanjang 2025, sektor jasa perusahaan mencatat pertumbuhan tertinggi yakni 9,04 persen. Pertumbuhan tinggi juga terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,89 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,69 persen.
Selain itu, sektor industri pengolahan tumbuh 8,20 persen, sektor jasa lainnya tumbuh 7,87 persen, dan sektor informasi dan komunikasi tumbuh 6,81 persen.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang pada 2025 didorong oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi yang tumbuh 6,25 persen.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,60 persen, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 4,30 persen, dan konsumsi pemerintah meningkat 1,95 persen.
Erny menambahkan bahwa berbagai indikator tersebut menunjukkan perekonomian Kabupaten Malang terus bergerak stabil setelah sempat terdampak pandemi beberapa tahun sebelumnya.
“Tren pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan ekonomi daerah berjalan cukup baik, dengan dukungan dari berbagai sektor usaha dan aktivitas konsumsi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


