Polresta Malang Kota Dalami Sindikat Balap Liar, Warga yang Bubarkan Dapat Apresiasi Penghargaan
TIMES Malang/Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat memberikan penghargaan ke warga yang bubarkan aksi balap liar. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Polresta Malang Kota Dalami Sindikat Balap Liar, Warga yang Bubarkan Dapat Apresiasi Penghargaan

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan pihaknya tengah menginvestigasi dugaan sindikasi di balik maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat di Kota Malang.

TIMES Malang,Jumat 27 Februari 2026, 17:49 WIB
444
R
Rizky Kurniawan Pratama

MALANGKapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan pihaknya tengah menginvestigasi dugaan sindikasi di balik maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat di Kota Malang. Langkah ini dilakukan untuk mengurai akar persoalan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Hal ini dilakukan, berkaca dari peristiwa beberapa waktu lalu yang sempat viral. Dimana, aksi balap liar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) berhasil dibubarkan oleh warga yang merasa resah.

“Beberapa waktu lalu kita paham masyarakat resah dengan aksi balap liar. Kami investigasi dan dalami bagaimana alur sindikasi kelompok balap liar bisa berjalan di Kota Malang,” ujar Putu Kholis, Jumat (27/2/2026).

Ia menyebut, pola serupa pernah diungkap saat dirinya bertugas di wilayah kabupaten. Karena itu, pendekatan investigatif kembali dilakukan guna memetakan jaringan maupun pola pergerakan para pelaku.

Selain penindakan, Kombes Pol Putu juga mengapresiasi keterlibatan aktif warga, khususnya di kawasan Jl Suhat, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang sigap melaporkan dan membantu pembubaran aksi balap liar. Menurutnya, masyarakat diperbolehkan mengambil langkah pencegahan sepanjang tidak melanggar hukum dan tetap mengutamakan keselamatan.

“Pembubaran kemarin saya apresiasi. Ada masyarakat yang menghubungi kami. Ini menunjukkan komitmen warga dalam menjaga keamanan dan memerangi perilaku yang merugikan,” ungkapnya.

article

Sebagai bentuk penghargaan, kepolisian juga memberikan apresiasi kepada warga yang dinilai membantu tugas kepolisian dalam menjaga ketertiban.

“Kita berikan penghargaan atas peran serta warga yang membatu tugas kepolisian untuk kamtibmas,” ucapnya.

Sementara itu, warga yang ikut membubarkan balap liar, Andhika Surya, menceritakan kronologi pembubaran balap liar yang melibatkan warga dan pengemudi ojek online (ojol). Menurutnya, awalnya warga bersama komunitas ojol membubarkan aksi balap liar tanpa kekerasan.

Namun sekitar 10–15 menit setelah lokasi dinyatakan aman, seorang terduga pembalap liar kembali muncul dan memacu kendaraannya dengan suara bising di sekitar lokasi nongkrong warga, tepatnya di depan gerai KFC.

“Dia datang lagi, ngebut dan ble-yer beberapa kali. Akhirnya dihadang sama anak-anak yang nongkrong dan dikerumuni warga serta driver ojol,” ungkap Andhika.

Dalam kerumunan tersebut sempat terjadi aksi pemukulan oleh oknum yang tidak diketahui identitasnya. Sepeda motor pelaku kemudian dipindahkan ke seberang jalan hingga akhirnya dirusak massa. Tak lama berselang, mobil patroli datang dan situasi berhasil dikendalikan. Motor tersebut kemudian dievakuasi aparat, bahkan sempat dilempar ke sungai di sekitar lokasi sebelum area dinyatakan steril.

Pasca peristiwa itu, Andhika menyebut tidak ada lagi aktivitas balap liar di lokasi tersebut selama empat hari terakhir, terhitung sejak Selasa hingga Jumat malam.

Meski demikian, ia mengakui jam kemunculan balap liar kerap berubah-ubah sehingga sulit diprediksi. Ia berharap kepolisian dapat memperketat penjagaan agar aksi serupa tidak kembali terjadi.

“Harapannya tentu jangan sampai terulang lagi. Warga hanya ingin mensterilkan lokasi supaya tidak ada korban,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama ini aparat kepolisian sebenarnya rutin berjaga setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu di sekitar pintu masuk Permata Jingga. Namun, para pelaku balap liar kerap mengganti waktu kemunculan untuk menghindari patroli.

“Tentu kami siap membantu menjaga, karena memang semua warga resah dengan aksi balap liar,” tandasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Rizky Kurniawan Pratama
|
Editor:Imadudin Muhammad