TIMES MALANG, MALANG – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung kebijakan Kementerian Pertanian, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) pertanian berbasis kolaborasi. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
“Pembangunan pertanian tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi dengan berbagai pihak untuk membangun ekosistem pertanian nasional yang kuat dan berkelanjutan,” kata Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa Teaching Factory (Tefa) merupakan instrumen strategis dalam penguatan pendidikan vokasi pertanian. Teaching Factory dinilai menjadi wujud nyata pembelajaran berbasis praktik dan kewirausahaan yang selaras dengan kebutuhan sektor pertanian modern.

Ia menambahkan bahwa penguatan SDM pertanian tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara lembaga pendidikan, pelatihan, serta dunia usaha dan industri menjadi fondasi penting dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja.
“Penguatan SDM pertanian harus dibangun melalui kolaborasi antar lembaga pendidikan, pelatihan, dan dunia usaha. Sinergi ini menjadi fondasi dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja, kompeten, dan memiliki daya saing,” ujarnya.
Implementasi kebijakan tersebut tercermin dalam kegiatan Polbangtan Malang yang menerima kunjungan kerja dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu pada Selasa (06/01/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Polbangtan Malang dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antar satuan kerja di lingkungan Kementerian Pertanian, khususnya dalam pengembangan dan pengelolaan Teaching Factory.
Rombongan BBPP Batu yang dipimpin oleh Kepala Balai Roby Darmawan disambut oleh jajaran pimpinan Polbangtan Malang di bawah kepemimpinan Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana. Pertemuan yang berlangsung di ruang Direktur Polbangtan Malang tersebut difokuskan pada pertukaran informasi dan pengalaman terkait pengelolaan Teaching Factory.
Setya Budhi Udrayana, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama dalam pengelolaan Teaching Factory yang telah dikembangkan di Polbangtan Malang.
“Pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran bersama terkait pengelolaan Teaching Factory yang telah kami kembangkan di Polbangtan Malang, mencakup aspek kelembagaan, sistem manajemen, serta dasar hukum pelaksanaannya. Teaching Factory kami posisikan sebagai bagian integral dari strategi peningkatan pembelajaran berbasis praktik dan kompetensi lulusan, yang dikelola secara bertahap dengan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan transparan, serta didukung koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), agar pengelolaan aset dan aktivitas Teaching Factory berjalan tertib, sesuai ketentuan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BBPP Batu Roby Darmawan menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Polbangtan Malang dalam berbagi pengalaman dan praktik baik pengelolaan Teaching Factory.
“Kami mengapresiasi Polbangtan Malang yang telah terbuka berbagi pengalaman dalam pengelolaan Teaching Factory. Kunjungan ini memberikan gambaran yang komprehensif untuk dapat diterapkan dan dikembangkan di BBPP Batu,” kata Roby Darmawan. (*)
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |