https://malang.times.co.id/
Pendidikan

Fakultas Pertanian UB Dukung Program Transmigrasi Patriot Kementrans

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:37
FPUB Dukung Program Transmigrasi Patriot Kementrans Prof. Mangku, Dekan Fakultas Pertanian UB. (FOTO: kanal24.co.id)

TIMES MALANG, MALANG – Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FPUB) mendukung penuh terhadap Program Transmigrasi Patriot yang digagas Kementerian Transmigrasi (Kementrans). Program tersebut tidak lagi sekadar dipandang sebagai upaya pemerataan penduduk, melainkan strategi menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis sumber daya manusia (SDM) unggul dan terintegrasi.

Dekan FPUB, Prof. Mangku menegaskan bahwa transformasi transmigrasi merupakan langkah cerdas dalam menyiapkan fondasi Indonesia Maju 2045.

Menurutnya, pendekatan baru transmigrasi menempatkan perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan kawasan melalui riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.

“Ini gerakan cerdas untuk mendukung Indonesia Maju 2045,” ujar Prof. Mangku.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 perguruan tinggi negeri (PTN) ternama sebagai mitra strategis. Selain Universitas Brawijaya, PTN yang terlibat antara lain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman menjelaskan bahwa Program Transmigrasi Patriot akan dikembangkan melalui dua skema utama, yakni Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Mitra Transmigrasi Patriot 2026 yang digelar di Jakarta, Minggu (18/1/2026), seperti dilansir detik.com.

Iftitah-Sulaiman.jpgIftitah Sulaiman, Menteri Transmigrasi yang akan menyelenggarakan transmigrasi patriot. (FOTO: Liputan6.com)

Program Ekspedisi Patriot melibatkan peneliti muda dan mahasiswa untuk mengkaji serta mengembangkan kawasan transmigrasi melalui dua fokus strategis, yaitu Bakti Transmigrasi dan Investasi Transmigrasi. Bakti Transmigrasi diarahkan pada pengabdian masyarakat yang lebih konkret.

Pada tahun sebelumnya, program tersebut telah menghasilkan sekitar 400 output riset dan pemetaan potensi ekonomi kawasan. Para patriot nantinya akan terjun langsung menangani kebutuhan teknis masyarakat, mulai dari pembibitan hingga perlindungan tanaman.

Sementara itu, Investasi Transmigrasi berfokus pada pengembangan potensi ekonomi kawasan secara lebih luas. Beberapa wilayah prioritas di antaranya Rempang dan Galang di Batam sebagai pusat industri terpadu perikanan dan kelautan, Kaluku di Mamuju yang memiliki potensi logam tanah jarang terintegrasi dengan pertanian, serta Salor di Merauke sebagai kawasan unggulan pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.

Program kedua, Beasiswa Patriot, menargetkan 1.100 mahasiswa yang akan ditempatkan di tiga wilayah potensial, yakni Barelang, Maluku, dan Salor. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat di kawasan transmigrasi. Tujuannya supaya masyarakat dapat mendapatkan manfaat langsung melalui program ini, sehingga tidak merasa terasing dari wilayah mereka sendiri. 

“Kami menjembatani kampus dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Iftitah.

Proses seleksi Beasiswa Patriot dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi seleksi administrasi, tes kompetensi, wawancara, dan tes kesehatan. Perkuliahan awal dijadwalkan berlangsung Agustus 2026 di kampus. Pada September, mahasiswa akan terjun langsung ke wilayah transmigrasi.

Masa pengabdian penuh akan dilaksanakan selama satu tahun, mulai Maret 2027 hingga Februari 2028.

Ke depan, Program Transmigrasi Patriot juga akan melibatkan perguruan tinggi luar negeri. Sejumlah universitas internasional yang tengah dibahas untuk berkolaborasi antara lain National Tsing Hua University (Tiongkok), Technical University of Munich (Jerman), serta Stanford University (Amerika Serikat)

Ke depan, Program Transmigrasi Patriot akan melibatkan perguruan tinggi luar negeri. Sejumlah universitas yang diharapkan berkolaborasi antara lain National Tsing Hua University (Tiongkok), Technical University of Munich (Jerman), serta Stanford University (Amerika Serikat). (*)

Pewarta : Miranda Lailatul Fitria (MG)
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.