TIMES MALANG, MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat penyaluran kredit dan pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih didominasi untuk modal kerja. Hingga 30 November 2025, sebesar 40,36 persen kredit atau setara Rp44,02 triliun disalurkan untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan dominasi kredit modal kerja menunjukkan sektor usaha dan produktif masih menjadi penggerak utama perekonomian di Malang Raya dan sekitarnya.
“Struktur penyaluran kredit ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih bertumpu pada sektor produktif. Modal kerja menjadi tulang punggung bagi pelaku usaha untuk menjaga keberlangsungan dan ekspansi bisnis,” ujar Farid.
Berdasarkan data OJK Malang, selain modal kerja, penyaluran kredit juga dialokasikan untuk konsumsi sebesar 32,3 persen dan investasi sebesar 27,4 persen. Komposisi ini dinilai relatif seimbang antara kebutuhan produktif dan kebutuhan rumah tangga.
Secara wilayah, penyaluran kredit modal kerja (KMK) paling besar tercatat di Kabupaten Pasuruan sebesar 45,60 persen, disusul Kabupaten Malang 45,40 persen, serta Kota Pasuruan 43,62 persen. Sementara di Kota Malang, porsi kredit modal kerja mencapai 42,69 persen.
Untuk kredit investasi (KI), porsi tertinggi tercatat di Kota Probolinggo sebesar 57,11 persen, disusul Kabupaten Probolinggo 43,01 persen dan Kabupaten Pasuruan 28,45 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya dorongan pengembangan aset dan perluasan usaha di wilayah tersebut.
Sementara itu, kredit konsumsi (KK) relatif dominan di Kota Batu sebesar 44,49 persen dan Kota Pasuruan 43,88 persen, mencerminkan tingginya aktivitas belanja dan kebutuhan rumah tangga masyarakat.
Farid menambahkan, OJK Malang terus mendorong perbankan dan lembaga jasa keuangan untuk menjaga kualitas penyaluran kredit, terutama pada sektor-sektor produktif yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap kredit yang disalurkan benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing daerah,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |