https://malang.times.co.id/
Gaya Hidup

Fakta Unik Burung Hantu, Penjaga Malam yang Santun

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:24
Fakta Unik Burung Hantu, Penjaga Malam yang Santun Burung hantu.

TIMES MALANG, JAKARTA – Beberapa hari terakhir viral penembakan burung hantu di Belu, NTT. Burung hantu jenis Serak Jawa itu ditembak warga setempat karena suaranya dianggap mengganggu. 

Meski bukan satwa dilindungi, tetap saja membunuh satwa liar itu dilarang. Jika dibiarkan, maka satwa akan segera punah. 

Burung hantu termasuk hewan yang unik. Meski namanya 'hantu' tapi sebenarnya dia baik kog, wajahnya pun jika diamati juga imut menggemaskan. 

Disebut burung hantu sebab dia hidup di malam hari yang terkadang mengeluarkan suara khas yang dianggap 'seram'. 

Yuk kenalan lebih dekat dengan burung hantu

Nama ilmiah burung hantu adalah Strigiformes. Hewan ini memiliki sekitar 250 spesies yang tersebar di seluruh dunia (kecuali di Antartika). Sedangkan di Indonesia ada 54 jenis, dan berdasarkan sesuai Peraturan Menteri LHK No. 92 Tahun 2018 ada 16 burung hantu yang masuk dalam satwa dilindungi. Seperti Celepuk Flores, Celepuk Rinjani, Celempuk Mentawai dan lainnya. 

Burung hantu hewan nokturnal atau aktif di malam hari. Meski ada beberapa jenis burung hantu yang aktif di siang hari, misalnya burung hantu salju. 

Burung hantu juga merupakan hewan predator atas, dengan memangsa hewan kecil di darat, seperti ular, katak, kadal, tikus dan lainnya. Makanya banyak petani yang pelihara burung hantu untuk memangsa tikus yang menjadi hama sawah. 

Burung hantu disebut penjaga malam yang  santun, karena dia menangkap mangsanya dalam senyap. Nggak berisik, dan nggak perlu validasi, hehehe..

Iya, burung hantu nggak berisik, karena ia merupakan hewan soliter atau senang menyendiri. Burung hantu jarang beruara. Burung hantu bersuara untuk beberapa hal, seperti penanda masuk senja, menandai wilayahnya, atau saat mencari pasangan dan saat bersama anak-anaknya.

Jadi jahat banget kalau ada yang bunuh burung  hantu dengan alasan berisik. Bisa jadi burung hantu itu sedang mencari pasangan untuk berkembang biak. 

Burung hantu juga unik, karena kepalanya bisa berputar hingga 270 derajat ke kedua arah. Kemampuannya ini didapat karena memiliki lehernya memiliki 14 bagian vertebrata (dua kali lipat dari manusia). 

Sebagai predator di malam hari, burung hantu dikaruniai penglihatan yang tajam. Mata burung hantu memiliki struktur berbentuk tabung, dan dilengkapi tapetum lucidum untuk memantulkan cahaya, memungkinkan mereka melihat dalam kondisi hampir gelap total. 

Mata burung hantu terletak di bagian depan wajah dan menghadap ke depan, sehingga membuat mereka memiliki penglihatan binokular yang memungkinkan persepsi kedalaman sangat akurat. 

Dengan desain seperti itu, ternyata burung hantu bisa menghitung jarak antara dirinya dan juga mangsa secara presisi sebelum mulai menerkam. Itulah mengapa burung hantu tidak berisik saat berburu di malam hari. 

Menarikanya warna mata burung hantu itu berbeda-beda yang menandakan waktu aktif mereka dalam sehari. Burung hantu bermata kuning biasanya aktif pada saat siang hari, bermata jingga aktif ketika senja hari, dan juga warna mata hitam menandakan pemburu sejati pada saat malam hari.

Pada mitologi Yunani Kuno, burung hantu menjadi lambang kecerdasan dan kebijaksanaan. Di mana burung ini adalah simbol Dewi Athena, dewi kebijaksanaan dan strategi. Secara fisik, mata besar dan postur tubuhnya yang tenang memberikan kesan penuh perhatian, kontemplatif, dan jeli. Kombinasi ini menciptakan persepsi budaya sebagai penjaga pengetahuan. 

Namun di sisi lain, burung hantu kerap dikaitkan dengan hal mistis karena hidupnya di malam hari dan suara yang dianggap seram. (*)

Pewarta : Dhina Chahyanti
Editor : Dhina Chahyanti
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.