TIMES MALANG, MALANG – East Java Super Corridor (EJSC) Bakorwil Malang kian menegaskan perannya sebagai pusat aktivitas produktif generasi muda di Kota Malang. Mengusung konsep co-working space yang hening, modern, dan nyaman, EJSC hadir sebagai ruang ideal untuk bekerja secara fleksibel (work from anywhere/WFA), berdiskusi, hingga menggelar berbagai agenda kreatif dan edukatif.
Fasilitas ini juga terbuka luas untuk mendukung aktivitas UMKM, startup, komunitas, serta kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada pengembangan kapasitas diri.
Berlokasi strategis di Jalan Simpang Ijen No. 2, Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, EJSC mudah diakses dari berbagai penjuru kota. Area halaman yang bersih dan rindang menambah kesan sejuk sekaligus representatif sebagai ruang publik kreatif.
Tak heran, hampir setiap hari EJSC dipadati anak muda yang memanfaatkan ruang ini untuk berkolaborasi, bertukar ide, hingga mengembangkan proyek produktif berbasis inovasi.
Bandi Prasetyo, Advisor EJSC Kota Malang, menegaskan bahwa kehadiran EJSC bukan sekadar menyediakan ruang fisik, melainkan menjadi ekosistem yang mendorong lahirnya generasi muda mandiri dan berdaya saing.

Menurutnya, potensi anak muda Jawa Timur sangat besar dan perlu difasilitasi secara terarah agar mampu menghasilkan karya sekaligus nilai ekonomi.
“Kami ingin anak muda tidak hanya berkumpul, tetapi benar-benar bertumbuh. EJSC dirancang sebagai ruang untuk menemukan, mengasah, dan mengeksekusi passion agar bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan,” ujar Bandi saat memberikan sambutan dalam acara bedah buku IMR Malang, Kamis (23/1/2026).
Ia menambahkan, melalui program Millennial Job Center (MJC), EJSC membuka peluang luas bagi generasi muda untuk meningkatkan keterampilan praktis seperti desain grafis, videografi, fotografi, hingga produksi konten digital.
Program ini kata Bandi menerapkan skema on the job training (OJT), sehingga peserta langsung terlibat dalam proyek nyata bersama perusahaan maupun organisasi mitra.
“Model pelatihan kami berbasis praktik langsung. Anak muda tidak hanya belajar teori, tetapi terjun menangani proyek riil, membangun portofolio, dan memahami standar profesional dunia kerja. Ini penting agar mereka siap bersaing di industri kreatif dan ekonomi digital,” tegasnya.
Selain fokus pada pengembangan SDM muda, EJSC juga memberi perhatian serius terhadap kemajuan UMKM lokal. Berbagai layanan pendampingan disiapkan, mulai dari foto produk profesional, promosi digital, hingga fasilitasi pengurusan sertifikasi halal, sebagai upaya meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar yang lebih luas.
Dari sisi fasilitas, EJSC menawarkan co-working space ber-AC lengkap dengan WiFi dan stopkontak di setiap meja, ruang serbaguna berkapasitas hingga 50 orang untuk seminar, pelatihan, dan workshop, Command Centre Room untuk zoom meeting, webinar, pelatihan dan podcast, serta ruang rapat privat yang dilengkapi LCD dan sound system. Tersedia pula toilet bersih, smoking area, dan kafetaria yang menunjang kenyamanan pengunjung selama beraktivitas.
Untuk penggunaan beberapa ruangan tertentu, pengunjung dapat mengajukan peminjaman melalui formulir administrasi dan surat permohonan resmi. Setelah konsep kegiatan diverifikasi oleh tim EJSC, pemohon dapat melakukan konfirmasi akhir melalui WhatsApp. Informasi lengkap mengenai layanan dan program EJSC juga dapat diakses melalui akun Instagram resmi @ejscmalang.
Saat ini, jaringan EJSC telah hadir di lima wilayah Bakorwil di Jawa Timur, yakni Madiun, Bojonegoro, Jember, Malang, dan Pamekasan.
EJSC Malang beroperasi setiap Senin hingga Jumat, pukul 08.00–16.00 WIB, dan diharapkan terus menjadi ruang kolaboratif unggulan bagi anak muda untuk menuangkan ide, memperkuat kompetensi, serta memaksimalkan fasilitas produktif yang disediakan pemerintah. (*)
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Hainorrahman |