TIMES MALANG, MALANG – Situasi di lingkungan sekolah SMK Turen, Kabupaten Malang kembali gaduh, Kamis (15/1/2026). Setelah sekolah sempat dilangsungkan daring beberapa hari menyusul aksi protes siswa, kegaduhan muncul di SMK Turen.
Informasinya, masuknya siswa-siswi SMK Turen hari ini karena mengikuti kegiatan, yang dipusatkan di lapangan atau halaman sekolah di bagian bawah.
Dikonfirmasi terkait, situasi gaduh yang melibatkan para siswa di SMK Turen, Waka Humas SMK Turen Nur Farida membenarkan. Kegaduhan ini karena luapan emosi, dan berakibat kerusakan fisik SMK tersebut.

"Iya (gaduh). Yang rusak kaca di gedung depan saja," kata Nur, Kamis (15/1/2026).
Situasi gaduh yang terjadi di lingkungan SMK Turen ini bersamaan dengan rencana dipertemukannya kedua pihak yayasan yang bersengketa, dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di DPRD Kabupaten Malang, sore hari ini.
Dalam forum RDPU ini, Camat Turen Tri Sulawanto menyampaikan, situasi di lingkungan sekolah SMK Turen saat ini masih tidak kondusif bagi kegiatan belajar maupun aktivitas lainnya.
"Pagi tadi Saya di sana (SMK Turen), situasinya memang tidak kondusif. Ini mau sampai kapan. Sementara, kondusif itu tidak hanya penampakan fisiknya., namun juga bisa berkaitan dengan psikis," kata Tri Sulawanto.

Mujiono Pengawas SMK Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Malang menyampaikan, juga sempat memantau kondisi lingkungan SMK Turen.
Pihaknya meminta agar tidak ada pihak lain yang masuk ke dalam lingkungan sekolah.
"Sesuai pesan Kacabdin, pertemuan hari ini bisa klir menghasilkan berita acara bagi kedua pihak yayasan. Karena, anak-anak dalam belajar butuh situasi aman, nyaman dan kondusif," tandas Mujiono. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |