https://malang.times.co.id/
Wisata

Selecta, Wisata Ikonik Jejak Sejarah Perjuangan di Kota Batu

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:16
Menilik Jejak Sejarah Hindia Belanda Hingga Indonesia Merdeka di Selecta Kawasan wisata Selecta di Kota Batu yang memiliki nilai historis tinggi mulai zaman Hindia Belanda, Jepang, hingga Indonesia mereka. (FOTO: Ken Garudhea/TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, BATU – Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu, Jawa Timur, selama ini dikenal sebagai destinasi wisata keluarga dengan taman bunga dan kolam renang alami. Namun di balik citra wisata modern tersebut, Selecta menyimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan perjalanan kolonialisme, pendudukan Jepang, hingga perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan. 

Terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Selecta merupakan salah satu ikon heritage Kota Batu yang lahir sejak era kolonial Hindia Belanda. Catatan sejarah menunjukkan, kawasan ini pertama kali dibangun oleh De Ruyter de Wildt, seorang keturunan Belanda yang berprofesi sebagai petani bunga.

Menurut penuturan sejarawan lokal, De Wildt melihat potensi Kota Batu sebagai kawasan peristirahatan elite Eropa. Keberadaan vila-vila pribadi milik orang Belanda di kawasan pegunungan menjadi alasan lahirnya ide membangun pemandian terbuka eksklusif bagi warga Belanda.

Pemilihan Desa Tulungrejo bukan tanpa alasan. Wilayah itu memiliki sumber air alami yang melimpah, jernih, dan segar. Mata air Selecta sendiri bersumber dari kawasan Sungai Brantas, sungai besar yang memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Nusantara.

Kawasan-wisata-Selecta-b.jpgDirektur Utama PT Selecta, Sujud Hariadi. (FOTO: Ken Garudhea/TIMES Indonesia)

Dino, pemandu wisata dari Mandala Kreatif House, menjelaskan bahwa pembangunan Selecta dimulai pada 1928 dan mulai beroperasi secara resmi pada 1930. Nama “Selecta” berasal dari bahasa Belanda yang berarti “Yang Terpilih”.

“Pada masanya, Selecta digambarkan sebagai ‘Taman Eden kecil’ ala Eropa. Kolam renangnya bahkan disebut berstandar internasional dan menjadi yang terbaik di Pulau Jawa,” ujar Dino, Selasa (27/1/2026).

Pada 1937, pemandian Selecta mulai dibuka untuk masyarakat pribumi. Hal itu mendapatkan respons positif warga. Bahkan sejumlah warga lokal mengajukan diri untuk bekerja dan terlibat dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut.

Sejarah Selecta kemudian memasuki fase kelam pada 1942, bersamaan dengan invasi Jepang ke Indonesia. Jepang menyasar kawasan strategis, termasuk Selecta. De Ruyter de Wildt ditahan oleh tentara Jepang karena dituduh menyembunyikan senjata milik Sekutu. Ia ditahan di Bandung hingga wafat pada 1945.

Soekarno Retreat di Selecta

Momentum bersejarah lainnya terjadi pada 1944. Di tengah situasi politik yang memanas, Ir. Soekarno memilih Selecta sebagai tempat retreat atau perenungan diri. Dengan izin perwira militer Jepang, Mr. Hashiguchi, Bung Karno menginap di Villa Brandarice, yang kini dikenal sebagai Villa Bima Shakti.

Peristiwa tersebut memperkuat posisi Selecta sebagai ruang penting dalam sejarah politik Indonesia menjelang proklamasi kemerdekaan.

Namun, konflik belum berakhir. Pada 1949, kawasan Selecta mengalami kerusakan akibat operasi militer Sekutu. Banyak bangunan hancur dan kawasan wisata itu sempat terbengkalai.

Kebangkitan Selecta terjadi pada 1950. Warga dan pemuda Desa Tulungrejo, dipimpin Santoso Tarmoadmodjo, bergotong royong membangun kembali kawasan tersebut. Mereka bahkan membeli saham kepemilikan Selecta dari ahli waris De Ruyter de Wildt.

Kawasan-wisata-Selecta-c.jpg

Dalam catatan notaris Hendrik Ribbers, kawasan Selecta kemudian resmi dimiliki masyarakat Tulungrejo melalui perusahaan N.V. Selecta, yang selanjutnya bertransformasi menjadi PT Selecta. Kepemilikan saham melibatkan sekitar 1.100 orang, mayoritas warga lokal.

Model kepemilikan itu sejalan dengan pesan Bung Hatta yang tercatat dalam Arsip Selecta 1956. Saat berkunjung untuk kedua kalinya, Wakil Presiden pertama RI itu berpesan agar Selecta mampu berdiri mandiri tanpa bergantung pada utang.

“Bung Hatta berpesan kalau Selecta bisa berdiri mandiri tanpa hutang, dan kami bisa memenuhi amanat tersebut hingga sekarang,” ujar Direktur Utama PT. Selecta, Sujud Hariadi,

Sejalan dengan perkembangan zaman, manajemen Selecta kini tengah mempersiapkan penguatan branding sebagai destinasi wisata berbasis sejarah. Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya berwisata, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang jejak peradaban dan perjuangan bangsa di kawasan Selecta. (*)

Pewarta : Miranda Lailatul Fitria (MG)
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.