TIMES MALANG, MALANG – Wakil Bupati Malang Hj. Lathifah Shohib kembali berkunjung ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Selasa (6/1/2206).
Dalam kesempatan ini, Wabup Lathifah melakukan audiensi yang dilangsungkan di Ruang SS 1 Kementerian PPN/Bappenas, di Menteng Jakarta Pusat.
Dalam audiensi tersebut, Wabup Malang ditemui jajaran Deputi Kementerian PPN/Bappenas yang membidangi Pariwisata dan Ekraf, Pendidikan Dasar Menengah, serta Perikanan dan Kelautan, juga Pertanian dan Kewilayahan.
"Salah satu hasil yang disepakati dalam pertemuan, antara lain pengembangan wisata di kecamatan Poncokusumo khususnya Desa Ngadas dan Gubug Klakah. Dimana, dua wilayah ini merupakan kawasan penyangga Bromo-Tengger-Semeru," terang Wabup Lathifah.
Dalam waktu dekat, kata Wabup, usulan pengembangan pariwisata ini akan segera disodorkan untuk mendapat Kepres. Selain itu, Desa Ketindan Kecamatan Lawang juga akan diusulkan untuk dijadikan Desa Tematik.
Untuk sektor perikanan, Kementerian akan segera memproses dua usulan tambahan kampung nelayan tahap 2, setelah tahap pertama desa pujiharjo sudah ditetapkan sebagai kampung nelayan Merah Putih.
Sehingga, diharapkan tahun 2026 Kabupaten Malang mempunyai 3 kampung nelayan.
Pada sektor pendidikan, kata Wabup Malang, kuota Kabupaten Malang yang sempat tak terserap untuk program revitalisasi, oleh kementerian PPN/Bappenas berkomitmen akan mengembalikan serta menambah kuota program tersebut.
Kementerian PPN/Bappenas sendiri menjadi salah satu pemangku kepentingan program unggulan presiden tersebut.
Pada awal Februari 2026, Wabup Malang juga berencana akan memboyong Bappeda serta OPD terkait guna finalisasi secara detil usulan program-prpgram di kementerian PPN/ Bappenas. (*)
| Pewarta | : Khoirul Amin |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |