https://malang.times.co.id/
Berita

YAPSI Darussalam Jatiguwi Hidupkan Kembali Tradisi Pekan Rajabiyah Ulama NU

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:26
YAPSI Darussalam Jatiguwi Hidupkan Kembali Tradisi Pekan Rajabiyah Ulama NU Suasana rombongan santri saat merayakan tradisi pekan rajabiyah ulama NU.

TIMES MALANG, MALANG – Yayasan Pendidikan dan Sosial Islam (YAPSI) Darussalam Jatiguwi konsisten menggelar Pekan Rajabiyah setiap 27 Rajab sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus meneguhkan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan selama 10 tahun terakhir, bertepatan dengan wafatnya KH Mansur, tokoh ulama yang semasa hidup dikenal aktif menjaga tradisi Rajabiyah di wilayah Malang Raya.

Tradisi Pekan Rajabiyah sendiri berakar dari seruan Rais Akbar NU KH Mahfud Siddiq pada 1938, yang menetapkan 27 Rajab sebagai Hari Palestina, disertai pembacaan qunut nazilah dan penggalangan bantuan kemanusiaan.

Seruan itu kembali ditegaskan setelah KH Mahfud Siddiq terpilih kembali sebagai Rais Akbar NU dalam Muktamar NU di Malang, dan kemudian disebarluaskan kepada para ulama di berbagai daerah.

pekan-rajabiyah-ulama-NU-2.jpg

Gus Ahmad Faiz Wildan, Pengasuh YAPSI Darussalam menjelaskan bahwa Pekan Rajabiyah bukan sekadar peringatan keagamaan, melainkan bagian dari sikap politik-keumatan ulama NU pada masa awal republik.

“Pekan Rajabiyah itu lahir dari kegelisahan ulama melihat penjajahan yang terus berlangsung di Palestina. KH Mahfud Siddiq menjadikannya sebagai momentum spiritual sekaligus solidaritas internasional umat Islam. Jadi sejak awal, NU sudah menanamkan bahwa ibadah tidak boleh terpisah dari kepedulian sosial,” ujar Gus Ahmad, Sabtu (24/01/2026).

Ia menambahkan, penetapan Hari Palestina setiap 27 Rajab dilakukan setelah KH Mahfud Siddiq kembali terpilih sebagai Rais Akbar NU dalam Muktamar NU di Malang, yang kala itu menjadi momentum konsolidasi besar ulama pesantren.

“Setelah muktamar di Malang itulah seruan Pekan Rajabiyah dipertegas dan disebarkan ke jaringan pesantren. Bahkan dalam catatan KH Saifuddin Zuhri di buku Berangkat dari Pesantren, kegiatan ini sempat mendapat tekanan dari penguasa kolonial dan pejabat lokal, karena dianggap membangkitkan kesadaran politik umat,” jelasnya.

Menurutnya, upaya YAPSI Darussalam Jatiguwi menghidupkan kembali tradisi ini merupakan bentuk kesinambungan sejarah pesantren yang mulai jarang diketahui generasi muda.

“Kalau sekarang ada lembaga yang masih istiqamah menggelar Pekan Rajabiyah, itu bukan hal kecil. Itu berarti mereka sedang menjaga memori kolektif NU, menjaga hubungan antara sejarah, spiritualitas, dan keberpihakan pada kaum tertindas,” tegas Gus Ahmad.

Selain tradisi Rajabiyah, Gus Ahmad juga mengungkap sisi lain sejarah KH Mansur yang belum banyak diketahui publik.

Berdasarkan penelusuran literatur lokal, termasuk buku tentang Kampung Jagalan di kawasan Pasar Besar Malang, disebutkan bahwa seorang pedagang tikar dan perkakas bambu bernama Mansoor pernah tinggal di kawasan tersebut sebelum menetap di Desa Sumberpucung.

pekan-rajabiyah-ulama-NU-3.jpg

“Banyak yang tidak tahu bahwa Kiai Mansur, yang kemudian dikenal sebagai pendiri IPNU–IPPNU, pernah hidup sederhana sebagai pedagang dan bahkan sempat mengontrak di wilayah Sumberpucung. Ini menunjukkan bahwa para ulama besar kita memang tumbuh dari kehidupan rakyat kecil,” ungkapnya.

Menurut Gus Ahmad, fakta sejarah tersebut memperkuat makna Pekan Rajabiyah sebagai tradisi yang lahir dari kesederhanaan, keberpihakan, dan perjuangan moral.

YAPSI Darussalam Jatiguwi berharap tradisi Pekan Rajabiyah dapat kembali dikenal luas dan dihidupkan oleh pesantren serta lembaga pendidikan Islam lainnya.

"Hal ini sebagai khazanah keislaman Nusantara yang menggabungkan nilai ibadah, sejarah, dan solidaritas kemanusiaan," pungkasnya. (*)

Pewarta : Hainor Rahman
Editor : Hainorrahman
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.