https://malang.times.co.id/
Berita

Apresiasi Pemda Malang Raya di Puncak Harlah 1 Abad NU, PCNU: Sinergi Luar Biasa Ulama–Umara

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:12
Apresiasi Pemda Malang Raya di Puncak Harlah 1 Abad NU, PCNU: Sinergi Luar Biasa Ulama–Umara Kick off peringatan Satu Abad NU Kelender Masehi 2026 oleh kepala daerah Malang Raya dan PWNU Jatim disaksikan pengurus PCNU Se-Jatim di Unisma (7/1/2026). (Foto: Dokumen TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Puncak peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) kalender Masehi 2026 di Kota Malang tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa keagamaan berskala besar. Lebih dari itu, Mujahadah Kubro yang dipusatkan di Stadion Gajayana 7-8 Februari 2026 mendatang menjadi etalase nyata sinergi ulama dan umara.

"Ini kolaborasi antara jam’iyyah NU, pemerintah daerah Malang Raya (Pemkot Malang, Pemkab Malang, Pemkot Batu, Red), TNI/Polri, media massa, dan elemen masyarakat lainnya. Ini bukti sinergi ulama-umara yang luar biasa," ucap Sekretaris PCNU Kota Malang Prof Dr Faishol Fatawi, di sela rakor puncak Harlah 1 Abad NU, Jumat malam (23/1/2026).

Dikatakan Faishol, sejak awal, konsolidasi puncak harlah ini digerakkan oleh PWNU Jatim melalui koordinasi intensif lintas struktur. Rapat-rapat panitia bukan sekadar agenda teknis. Rakor itu menjadi ruang temu untuk menyatukan kepentingan keagamaan, tata kelola kota, dan keamanan publik. 

"Di situlah sinergi ulama–umara menemukan wujudnya. Kami, di PCNU memandang ini bukan slogan. Tetapi, ini adalah kerja bersama yang terukur," ujarnya.

Sementara, Ketua Panitia Lokal Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, H. Edy Hayatullah, menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah daerah sejak awal menjadi faktor kunci. Pemkot Malang, sebagai shohibul wilayah, memberi dukungan penuh. Mulai dari fasilitasi sarana prasarana hingga koordinasi lintas OPD agar puncak acara berjalan tertib dan khidmat.

“Alhamdulillah, Pemkot Malang sangat mendukung. Koordinasi berjalan baik, dan ini menunjukkan bahwa agenda keagamaan NU ditempatkan sebagai bagian penting dari kehidupan kota,” ujar Gus Edy, salah satu pengasuh Pesantren Al Hikam Malang ini.

Dukungan itu tak berdiri sendiri. Pemerintah daerah se-Malang Raya dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga ikut menguatkan panitia dari PCNU. "Kami memandang, bahwa peringatan satu abad NU ini dipandang sebagai momentum bersama, bukan semata kegiatan organisasi," tandas Gus Edy.

NU sebagai Jembatan Sosial

Prof Faishol menambahkan, sinergi kuat ulama-umara di momentum puncak Harlah 1 Abad NU yang dipusatkan di Kota Malang ini menunjukkan bahwa NU tampil sebagai bridge builder. Sebuah jembatan sosial yang menghubungkan negara dan umat. 

Peran tersebut, sambung dia, tampak dari semangat yang dibangun telah berbasis kolaborasi. "Unsur Satpol PP, Dishub, OPD, unsur dari NU seperti  Banser dan Pagar Nusa digerakkan sebagai garda internal, bersinergi dengan TNI dan Polri yang memastikan keamanan umum," ucapnya.

Model ini menegaskan pendekatan khas NU. Yakni, pengamanan berbasis masyarakat, berakar pada kedisiplinan organisasi dan nilai kebersamaan. 

“Banser dan Pagar Nusa kami libatkan penuh. Tapi kami juga berkoordinasi erat dengan TNI–Polri. Semua bergerak bersama,” kata Faishol.

Kolaborasi ini menjadi penting mengingat skala kegiatan. Panitia memproyeksikan sekitar 100 ribu jamaah hadir, terdiri dari PCNU Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, serta 40 ribu jamaah dari PCNU se-Jawa Timur di luar Malang Raya. Tanpa sinergi yang solid, angka sebesar itu berpotensi menghadirkan kerawanan. Namun dengan koordinasi lintas aktor, risiko tersebut dikelola secara sistematis.

Sebuah Pesan Kebangsaan

Ketua Steering Committee Panlok Harlah 1 Abad NU PCNU Kota Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, menilai dukungan pemerintah daerah sebagai pesan kebangsaan yang kuat. Ia menyebut, keterlibatan langsung kepala daerah menunjukkan pengakuan negara terhadap peran historis dan sosial NU.

“Di Kota Malang, dukungan bahkan langsung ditangani oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Ini bukti sinergi ulama–umara berjalan sangat baik,” ujar Prof Agus.

Menurutnya, Mujahadah Kubro bukan hanya ritual spiritual, tetapi juga ruang konsolidasi nilai kebangsaan. NU, sejak kelahirannya, selalu menempatkan agama dan negara dalam relasi saling menjaga. Apa yang terjadi di Malang hari ini, kata Prof Agus, adalah lanjutan dari tradisi tersebut dalam konteks kekinian.

Koordinasi dengan PCNU se-Malang Raya, pemda, hingga aparat keamanan dilakukan berlapis dan berkelanjutan.
“PCNU Malang Raya siap semuanya. Kami all out. Dukungan dari pemda, TNI, dan Polri luar biasa. Kami mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas keindahan kolaborasi ini," ujarnya. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.