TIMES MALANG, MALANG – SMA Islam NU Pujon memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari strategi branding sekolah guna memperkuat pengelolaan publikasi dan citra lembaga di era digital.
Pemanfaatan AI tersebut diperkuat melalui kegiatan sharing session branding sekolah berbasis AI yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kabupaten Malang di SMA Islam Kepanjen, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari TIMES Indonesia, yakni Yatimul Ainun, Imadudin Muhammad, dan Hainor Rahman. Para narasumber membahas strategi pemanfaatan AI dalam produksi konten, pengelolaan narasi publikasi, serta optimalisasi media digital untuk memperkuat branding sekolah.
Dalam paparannya, Imadudin Muhammad menekankan bahwa Artificial Intelligence dapat membantu humas sekolah mempercepat proses produksi konten tanpa menghilangkan akurasi informasi.
“AI dapat dimanfaatkan untuk membantu sekolah mengolah data, menyusun konten, dan mengelola publikasi secara lebih efisien, selama tetap digunakan secara bijak dan berbasis fakta,” ujarnya.
Ia menilai, pemanfaatan AI akan membantu sekolah membangun branding yang konsisten dan terukur di ruang digital.

“Dengan AI, sekolah bisa lebih konsisten dalam menyampaikan informasi dan membangun citra lembaga secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Muali, Waka Humas SMA Islam NU Pujon, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru terkait pemanfaatan AI di lingkungan sekolah.
“Saya merasa senang karena melalui kegiatan ini mendapatkan pengetahuan baru tentang bagaimana memanfaatkan Artificial Intelligence dalam membranding sekolah,” ujar Muali.
Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan gambaran praktis bagi sekolah dalam mengelola publikasi berbasis teknologi.
“Materi ini sangat membantu kami untuk mulai menerapkan AI dalam pengelolaan konten dan publikasi sekolah ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Muali menjelaskan bahwa salah satu poin penting yang diperoleh dari kegiatan tersebut adalah pentingnya konsistensi dalam menyebut dan mempublikasikan nama lembaga agar dikenal luas oleh publik.
“Dalam istilah NU, ini seperti wiridan harus dilakukan secara konsisten agar mesin pencari dapat mengenali dan menampilkan nama lembaga kita,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Hainor Rahman |
| Editor | : Hainorrahman |