https://malang.times.co.id/
Berita

Umur Harapan Hidup Warga Kabupaten Malang Naik Jadi 75,63 Tahun pada 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 - 16:10
Umur Harapan Hidup Warga Kabupaten Malang Naik Jadi 75,63 Tahun pada 2025 Ilustrasi - ibu dan anak. (Istimewa)

TIMES MALANG, MALANG – Derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang menunjukkan tren positif.  Tercermin dari meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) penduduk dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, UHH pada tahun 2025 tercatat mencapai 75,63 tahun, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menyampaikan bahwa UHH merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.

“Umur Harapan Hidup menggambarkan jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup, dengan mempertimbangkan kondisi mortalitas yang berlaku di masyarakat,” ujarnya.

Peningkatan UHH tersebut menunjukkan adanya perbaikan dalam berbagai aspek kesehatan masyarakat, mulai dari akses pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi dan kalori penduduk, hingga kondisi lingkungan yang semakin mendukung kualitas hidup masyarakat.

Namun demikian, peningkatan umur harapan hidup tersebut masih diiringi dengan angka kesakitan yang perlu mendapat perhatian. "Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, angka kesakitan penduduk Kabupaten Malang tercatat sebesar 9,76 persen," terangnya.

Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir 10 persen penduduk Kabupaten Malang mengalami keluhan kesehatan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, bersekolah, maupun mengurus rumah tangga.

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, angka kesakitan penduduk perempuan tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Data Susenas 2025 mencatat angka kesakitan perempuan mencapai 9,85 persen, sementara angka kesakitan laki-laki berada pada angka 9,68 persen.

Menurut Erny, angka kesakitan menjadi salah satu indikator penting untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat secara umum. Semakin tinggi angka kesakitan, semakin rendah derajat kesehatan masyarakat di suatu wilayah.

Derajat kesehatan masyarakat sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mengacu pada konsep yang dikemukakan oleh Hendrik L. Blum, terdapat empat faktor utama yang memengaruhi derajat kesehatan, yakni faktor perilaku, lingkungan, keturunan, dan pelayanan kesehatan.

"Faktor keturunan menjadi faktor yang paling sulit diintervensi, sehingga upaya pencegahan menjadi langkah yang paling memungkinkan dilakukan," katanya.

Sementara itu, faktor perilaku, lingkungan, dan pelayanan kesehatan dapat diupayakan melalui peran pemerintah dan masyarakat, antara lain dengan meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan dan menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.