TIMES MALANG, MALANG – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang menunjukkan hasil positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, dalam Publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang 2025 mencatat jumlah penduduk miskin pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, mengatakan jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat 235.630 orang, turun dari 240.140 orang pada 2024. Secara persentase, angka kemiskinan juga menurun dari 8,98 persen menjadi 8,78 persen.
“Penurunan ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pengentasan kemiskinan mulai memberikan dampak, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) yang menempatkan penghapusan kemiskinan sebagai indikator utama pembangunan,” ujar Erny.
Meski jumlah penduduk miskin menurun, BPS mencatat garis kemiskinan (GK) di Kabupaten Malang justru mengalami peningkatan. Pada Maret 2025, GK tercatat sebesar Rp436.153 per kapita per bulan, naik Rp15.819 dibandingkan Maret 2024 yang sebesar Rp420.334 per kapita per bulan.
Menurut Erny, kenaikan garis kemiskinan dipengaruhi oleh inflasi serta perubahan pola konsumsi masyarakat. Garis kemiskinan sendiri dihitung berdasarkan standar kecukupan 2.100 kilokalori per kapita per hari ditambah kebutuhan dasar non-makanan.
“BPS mengukur kemiskinan menggunakan pendekatan kebutuhan dasar atau basic needs approach. Artinya, kemiskinan dilihat dari kemampuan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok makanan dan non-makanan,” jelasnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |