TIMES MALANG, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU yang diperkirakan akan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah dan terpusat di Stadion Gajayana Malang. Sejumlah skema pengaturan lalu lintas, titik drop zone, hingga kantong parkir masih terus disurvei dan difinalisasi bersama Polresta Malang Kota dan Polda Jawa Timur.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, survei lapangan telah dilakukan bersama aparat kepolisian. Sebelumnya, Dishub juga telah berkoordinasi dengan PWNU Jawa Timur untuk menetapkan lokasi-lokasi pendukung kegiatan, meski seluruhnya masih bersifat rencana dan akan segera dipastikan dalam waktu dekat.
“Kemarin sudah kita survei bersama Polresta dan Polda. Ini masih bagian dari rencana dan akan kita finalkan, mengingat waktu yang sangat sempit,” ujar Widjaja, Senin (26/1/2026).
Widjaja mengungkapkan, tantangan utama adalah besarnya jumlah kendaraan yang diperkirakan masuk ke Kota Malang. Berdasarkan estimasi, hampir 1.000 unit bus akan datang, belum termasuk kendaraan pribadi jamaah. Dengan keterbatasan infrastruktur jalan, Dishub mengoptimalkan berbagai lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan drop zone, kantong parkir, sekaligus tempat transit atau istirahat jamaah.
Beberapa titik yang disiapkan antara lain kawasan Jalan Ijen, Jalan Semeru, dan Jalan Simpang Balapan sebagai drop zone dan parkir bus. Sementara kantong parkir tambahan disiapkan di kawasan Rampal, Islamic Center, Jalan Wilis, Ratawu, hingga Jalan Veteran. Dishub juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kecamatan, hingga kelurahan dalam mendukung kelancaran kegiatan.
“Ini bukan hanya tugas Dishub atau Polresta saja. Semua pihak terlibat karena kita adalah tuan rumah,” tegasnya.
Terkait rekayasa lalu lintas, Widjaja menyebutkan penutupan atau pengalihan arus jalan masih bersifat insidentil dan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Keputusan final akan ditetapkan melalui koordinasi lanjutan dengan Polresta Malang Kota.
Sebagai gambaran teknis, rombongan peserta dari Kota Surabaya diperkirakan masuk Kota Malang pada 7 Februari sekitar pukul 18.00–19.00 WIB. Mereka akan diarahkan ke drop zone di Jalan Simpang Ijen dengan titik transit di Bakorwil Malang. Sementara bus akan diparkir di Jalan Simpang Balapan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, sejumlah ruas jalan di sekitar Stadion Gajayana, seperti Jalan Besar Ijen, Jalan Tangkuban Perahu, dan Jalan Semeru, akan disterilkan dari kendaraan. Peserta nantinya akan berjalan kaki dari titik transit menuju lokasi kegiatan.
Dishub juga menyiapkan sejumlah gedung pemerintahan dan sekolah sebagai lokasi transit jamaah, di antaranya Bakorwil Malang, Polkesma, SMKN 3 Malang, Lapangan Tenis Jalan Surabaya, Lapangan Rektorat UM, Graha Cakrawala, Samantha Krida, MIN 1, MAN 2, SMPN 8, hingga Masjid Jami.
“Di tempat transit, peserta bisa beristirahat sementara sebelum berjalan kaki ke Stadion Gajayana. Saat kepulangan, skemanya sama, kembali ke transit lalu menuju drop zone,” jelasnya
Terkait jumlah personel pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Dishub menyatakan masih akan membahasnya lebih lanjut melalui rapat koordinasi bersama seluruh stakeholder yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Ini masih terus dirapatkan dan dikoordinasikan dengan semua pihak. Karena ini skalanya besar dan harus matang untuk penataan,” tandasnya. (*)
| Pewarta | : Rizky Kurniawan Pratama |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |