TIMES MALANG, MALANG – Rencana pembangunan tol Malang - Kepanjen disambut baik oleh berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Malang terus mengupayakan agar proyek ini bisa segera dieksekusi. Target yang dipatok, pada tahun 2027 nanti, proyek ini akan memasuki tahap pembebasan lahan.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan mengatakan bahwa pihaknya yakin apabila proyek itu direalisasikan, akan sangat berdampak pada sektor usaha atau UMKM yang ada di Kabupaten Malang.
"Kalau efeknya, di daerah sekitar pembangunan itu, itu yang akan berkembang usaha UMKM yang jualan dan lain sebagainya," ujarnya, Senin (26/1/2026).
Hal itu tentu akan membawa dampak yang sangat positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Bumi Kanjuruhan. Sebelumnya, OJK juga mencatat bahwa Di Kabupaten Malang, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp38,13 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp23,35 triliun. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang tercatat 6,05 persen year on year (yoy).
Struktur ekonomi Kabupaten Malang didominasi oleh sektor industri, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum, yang secara kumulatif memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB daerah.
Berbeda dengan Kota Malang, di mana sektor perdagangan dan jasa menjadi tulang punggung ekonomi, dengan kontribusi mencapai 62,97 persen atau setara Rp10,68 triliun dari total PDRB. Pun dengan Kota Batu yang perekonomiannya masih sangat ditopang oleh sektor perdagangan dan jasa. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |