TIMES MALANG, MALANG – style="text-align:justify">Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) kembali menunjukkan komitmennya dalam peran perguruan tinggi untuk mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara nyata. Hal itu dibuktikan dengan pemberangkatan sebanyak 1.216 mahasiswa baru FTUB angkatan 2025 untuk melaksanakan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) XLVI atau ke-46 di kawasan UB Forest, Desa Donowarih, Dusun Sumberwangi, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Tak hanya sebagai program pengabdian, program ini juga dinilai sebagai momentum penting bagi mahasiswa untuk mengkolaborasikan ilmu keteknikan dengan realitas di masyarakat.
Para mahasiswa diberangkatkan pada Sabtu (26/1/2026) dari Universitas Brawijaya menuju lokasi KKM. Sementara itu, pembukaan resmi digelar pada Minggu (25/1/2026) dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak secara khidmat dan dihadiri pimpinan universitas, fakultas, serta pemerintah desa setempat.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., Dekan FTUB Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., jajaran pimpinan dekanat dan departemen FTUB, serta Kepala Desa Donowarih, Sudjoko, yang menyambut langsung kedatangan para mahasiswa di wilayahnya.
Ir. L. Tri Wijaya N. Kusuma, S.T., M.T., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FTUB menyampaikan dalam sambutannya bahwa KKM FTUB sudah menjadi tradisi sejak pertama kali digelar pada 1977. Selama hampir lima dekade, KKM FTUB sudah berhasil menjangkau berbagai desa di wilayah Kabupaten Malang, meskipun sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi.

“KKM tahun ini diikuti oleh 1.216 mahasiswa, terdiri atas 747 mahasiswa putra dan 469 mahasiswa putri. Ini menunjukkan semangat luar biasa mahasiswa baru untuk terjun langsung mengabdi kepada masyarakat sejak awal masa studi”, ujar L. Tri Wijaya dalam laporannya.
KKM tahun ini disebut akan mengusung sejumlah proyek strategis yang menjadi kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan jalan desa, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), pembuatan sistem hidroponik berbasis Internet of Things (IoT), perbaikan irigasi dan drainase, medical check-up gratis bagi warga, serta penanaman pohon di kawasan UB Forest sebagai bagian dari pelestarian lingkungan.
Tak lupa Prof. Ir. Hadi Suyono, Dekan FTUB juga menegaskan bahwa KKM bukan sekadar program rutin, melainkan wahana pembentukan karakter calon sarjana teknik masa depan.
“KKM adalah wujud kebersamaan dan sarana menambah pengetahuan tentang persoalan nyata di masyarakat. Dari sinilah mahasiswa belajar menjadi seorang engineer yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga peka secara sosial”, tegasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, juga menyoroti bahwa KKM FTUB bukan sekedar membangun desa, tetapi juga menanamkan kesadaran menjaga alam bagi generasi mendatang.
Sudjoko, kepala Desa Donowarih juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa FTUB. Ia berharap bahwa program ini bisa memberikan dampak positif, baik dari segi infrastruktur serta mempererat hubungan antara kampus dengan masyarakat desa.
Setelah pembukaan, mahasiswa langsung bergerak untuk menyelesaikan proyek-proyek utama, Fokus awal diarahkan pada perbaikan jalan sepanjang 400 meter, pemasangan PJU di titik-titik strategis, serta pembersihan dan pembangunan drainase di sepanjang akses utama desa. Aktivitas ini dilakukan secara bergotong royong bersama warga setempat.
Program tersebut dilaksanakan selama empat hari dan dirancang untuk menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk menguji ilmu, membangun empati, serta menumbuhkan kepemimpinan. KKM akan ditutup pada Selasa (27/1/2026) dan diharapkan menjadi tonggak penting dalam membentuk generasi insinyur Universitas Brawijaya yang berkarakter, berintegritas, dan siap membangun Indonesia dari desa. (*)
Pewarta: Miranda Lailatul Fitria
| Pewarta | : Miranda Lailatul Fitria (MG) |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |