https://malang.times.co.id/
Berita

Kepanjen, Kota Kecil di Malang Penghasil Tokoh Nasional

Senin, 26 Januari 2026 - 15:18
Mengenal Kepanjen, Ibu Kota Kabupaten Malang yang Melahirkan Figur Ternama Maestro Komik Teguh Santoso. (Foto: Komik Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Kota Kepanjen di Kabupaten Malang menyimpan kekayaan sumber daya yang telah banyak melahirkan figur ternama. Sejumlah tokoh sukses dan ternama lahir dan berasal dari kecamatan yang kini Ibu kota Kabupaten Malang ini.

Kepanjen merupakan salah satu dari 33 wilayah kecamatan se-Kabupaten Malang, dengan sebaran penduduk lebih dari 115,2 ribu jiwa, yang tersebar di 18 desa/kelurahan. 

Boleh dibilang Kepanjen adalah kota kecil. Namun, letak geografisnya cukup strategis, yang memusat di simpang perbatasan yang menghubungkan kota-kota besar tetangga. Yakni, Blitar - Kota Malang dan Kota Malang - Lumajang.

Pada 2008, Kepanjen kemudian resmi ditetapkan pemerintah sebagai Ibukota Kabupaten Malang. Dalam sejarahnya, dari kota kecil ini telah menumbuhkan sejumlah tokoh penting dari masa ke masa. 

Berikut tokoh-tokoh besar asal Kepanjen:

Maestro Komik Teguh Santoso

Teguh Santoso adalah seorang pembuat cerita komik atau komikus ternama, yang besar di Kepanjen Kabupaten Malang. Komik berjudul Trilogi Sandhora adalah salah satu  hasil karya komikus Teguh sejak tahun 1969. 

Teguh Santosa lebih banyak berkarya secara otodidak. Pada tahun 1966, ia hijrah ke Yogyakarta bergabung dengan Sanggar Bambu. Ia berguru pada sejumlah seniman besar, seperti Kentardjo, Soenarto PR, dan sastrawan Kridjomulyo.

Sejarah mencatat rumah Teguh Santosa di Jalan Anjasmara Nomor 11 Kepanjen, Kabupaten Malang, yang pernah menjadi sentra pasar komik Indonesia, tepatnya pada era 1980-an. Hingga akhir hayatnya, sudah lebih dari 100 judul komik telah dilahirkannya.

Sebelum akhirnya, belakangan ini Indonesia dibombardir komik-komik impor, yang jauh dari keagungan nilai budaya asli nusantara. 

Aji Santoso, Pesepakbola yang Arsiteki Timnas

Aji-Santoso.jpgPelatih sepak bola Aji Santoso, menukangi tim Persebaya Surabaya. (Foto: Persebaya.id)

Aji Santoso adalah aktor lapangan hijau kelahiran Kepanjen Kabupaten Malang, 6 April 1970. Namanya lekat dengan tim Arema dan Persebaya Surabaya sejak menjadi pemain.

Aji Santoso telah meraih beberapa prestasi. Bersama Arema Malang, ia berhasil membawa trofi Galatama pada musim 1992-1993 dan Liga Indonesia Divisi Pertama pada tahun 2004. 

Di Persebaya Surabaya, ia juga berhasil meraih gelar Liga Indonesia Divisi Utama musim 1996-1997. Selain itu, Aji Santoso juga meraih medali emas pada ajang Southeast Asian Games tahun 1991 ketika membela tim nasional Indonesia.

Sebagai pesepakbola, ban kapten beberapa kali disandangnya, dan pernah ditunjuk pelatih timnas sepak bola Indonesia.

Letkol Delli Yudha, Lulusan US Army CGSC

Letkol-Delli-Yudha-Adi-Nurcahyo.jpgLetkol Delli Yudha Adi Nurcahyo. (Foto: Kodim 0212)

Letnan Kolonel (Letkol) Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo (41), adalah putra daerah asli Kepanjen Kabupaten Malang  yang sukses dalam usia relatif muda. Boleh dikata, ia merupakan salah satu the rising star di tubuh TNI Angkatan Darat. 

Lulusan Akmil 2004 ini tercatat pernah membanggakan Indonesia. Tepatnya, pada Sabtu, 14 Juni 2019 silam, ia ditetapkan menjadi salah satu dari 3 perwira menengah TNI AD yang berhasil lulus dari Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tentara Amerika Serikat atau US Army Commanding General and Staff College (US Army CGSC).

Dalam laman Facebook Pusat Penerangan TNI, merilis tiga perwira Indonesia yang berhasil diwisuda dari pendidikan milter US Army CGSC. Ketiganya dinilai telah berhasil menjalani pendidikan dengan hasil baik dan memuaskan. Salah satunya, Delli Yudha Adi Nurcahyo lulusan Akmil 2004, yang saat itu berpangkat Mayor. 

Kesempatan memperoleh pendidikan di US Army CGSC diakui berawal dari seleksi yang diikuti sekitar 1.000 perwira se Indonesia. Setelah itu, hanya ditetapkan 250 perwira, untuk bisa mengikuti pendidikan ini. 

"Saat itu setiap perwira boleh memilih pendidikan di dalam negeri atau luar negeri. Saya sengaja memilih AS, karena kemampuan bahasa Inggris saya memadai," ungkap Mayor Delli. 

Sepulang dari sekolah (US Army) pada 2019, setidaknya beberapa kali penempatan. Di antaranya jadi Komandan Batalyon Armed 2/KS di Medan dan Dandim 0212/Tapanuli Selatan yang kemarin berjibaku bencana.

Saat ini, Letkol Delli berpindah tugas sebagai Waaspers Kodam I/BB di Medan.

Tidak banyak memang kesempatan pendidikan seperti ini bisa didapatkan perwira muda. Putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, termasuk yang pernah mengenyam dan sukses lulusan US Army CGSC.

Selama berkarier menjadi perwira militer TNI AD, sejumlah penghargaan pernah didapat lulusan SMAN 1 Kepanjen, Kabupaten Malang ini. Di antaranya, penghargaan lencana 8 Years Loyality Medal, Dharma Nusa Medal, Wira Dharma Medal, dan Social Service Medal.

Pangkatnya naik menjadi Letnan Satu pada 2008, lalu Kapten (2012), dan berpangkat Mayor terhitung sejak 1 April 2016. (*)

Pewarta : Khoirul Amin
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.