https://malang.times.co.id/
Berita

64 Persen Rumah Tangga Kabupaten Malang Sudah Penuhi Jarak Aman Sumber Air Minum

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:30
64 Persen Rumah Tangga Kabupaten Malang Sudah Penuhi Jarak Aman Sumber Air Minum Ilustrasi - kawasan perumahan yang ada di Kabupaten Malang. (Dok. TIMES Indonesia)

TIMES MALANG, MALANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat peningkatan kualitas lingkungan permukiman, khususnya terkait akses air minum dan sanitasi rumah tangga. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2025, mayoritas rumah tangga di Kabupaten Malang telah memenuhi standar jarak aman antara sumber air minum dengan penampungan kotoran.

Kepala BPS Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini, menyampaikan bahwa proporsi rumah tangga yang memiliki jarak sumber air minum dengan penampungan kotoran sejauh 10 meter atau lebih terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, angkanya telah mencapai 64,09 persen atau berada di atas separuh total rumah tangga di Kabupaten Malang.

“Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jarak aman sumber air minum guna menjaga kualitas kesehatan lingkungan,” ujar Erny.

Meski demikian, BPS juga mencatat masih terdapat rumah tangga yang sumber air minumnya berjarak kurang dari 10 meter dengan penampungan kotoran. Pada tahun 2025, kelompok ini tercatat sebesar 34,06 persen. Selain itu, sekitar 1,85 persen rumah tangga menyatakan tidak mengetahui jarak antara sumber air minum dengan tempat penampungan kotoran.

Selain persoalan jarak sumber air, BPS menyoroti aspek sanitasi sebagai faktor penting dalam pengembangan perumahan dan permukiman agar tidak berkembang menjadi kawasan kumuh. Data Susenas 2025 menunjukkan, sebagian besar rumah tangga di Kabupaten Malang telah menggunakan tangki septik sebagai tempat pembuangan akhir tinja, dengan persentase mencapai 80,15 persen.

Namun, Erny mengingatkan masih adanya praktik sanitasi yang berpotensi mencemari lingkungan. Tercatat sekitar 0,82 persen rumah tangga masih membuang tinja ke kolam, sawah, sungai, atau laut. Selain itu, sebanyak 16,51 persen rumah tangga masih menggunakan lubang tanah, kebun, atau metode lain yang belum memenuhi standar sanitasi layak.

“Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena berisiko mencemari air dan memicu berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare dan muntaber,” tegasnya. (*)

Pewarta : Achmad Fikyansyah
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Malang just now

Welcome to TIMES Malang

TIMES Malang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.