TIMES MALANG, MALANG – Kinerja perekonomian di wilayah kerja Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) Malang menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang Triwulan I hingga Triwulan III tahun 2025. Hampir seluruh daerah mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang solid, dengan sektor perdagangan, jasa, industri, serta konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama.
Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi regional di tengah dinamika global dan nasional yang masih penuh tantangan.
“Pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja OJK Malang relatif stabil dan menunjukkan penguatan pada sektor-sektor riil. Ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi dan sektor keuangan daerah,” ujar Farid.
Di Kabupaten Malang, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp38,13 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp23,35 triliun. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malang tercatat 6,05 persen year on year (yoy).
Struktur ekonomi Kabupaten Malang didominasi oleh sektor industri, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum, yang secara kumulatif memberikan kontribusi signifikan terhadap PDRB daerah.
Sementara itu, Kota Malang mencatatkan PDRB ADHB sebesar Rp27,44 triliun dan ADHK Rp16,96 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,29 persen yoy. Sektor perdagangan dan jasa menjadi tulang punggung ekonomi, dengan kontribusi mencapai 62,97 persen atau setara Rp10,68 triliun dari total PDRB.
Di Kota Batu, PDRB ADHB tercatat Rp5,86 triliun dan ADHK Rp3,52 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi 2,80 persen yoy. Perekonomian Kota Batu masih sangat ditopang oleh sektor perdagangan dan jasa yang berkontribusi hingga 70,48 persen atau sekitar Rp10,68 triliun.
Adapun Kabupaten Pasuruan mencatatkan PDRB ADHB sebesar Rp55,55 triliun dan ADHK Rp33,54 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi 5,87 persen yoy. Sektor industri, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum menjadi kontributor utama dengan pangsa 72,54 persen atau setara Rp24,33 triliun.
Di wilayah Kota Pasuruan, PDRB ADHB mencapai Rp3,03 triliun dan ADHK Rp1,86 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi 5,18 persen yoy. Sektor perdagangan dan jasa mendominasi dengan kontribusi 73,82 persen atau sekitar Rp1,37 triliun.
Sementara itu, Kabupaten Probolinggo mencatatkan PDRB ADHB Rp12,69 triliun dan ADHK Rp7,32 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi 5,42 persen yoy. Sektor industri, konstruksi, serta akomodasi dan makan minum menyumbang 35,96 persen atau Rp2,63 triliun terhadap PDRB.
Untuk Kota Probolinggo, PDRB ADHB tercatat Rp4,20 triliun dan ADHK Rp2,65 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi 5,07 persen yoy. Sektor perdagangan dan jasa kembali menjadi penggerak utama dengan kontribusi 72,88 persen atau sekitar Rp1,93 triliun.
Farid menambahkan, kinerja ekonomi yang solid ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas sektor jasa keuangan di daerah.
“Dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif merata dan ditopang sektor-sektor produktif, kami optimistis intermediasi keuangan, investasi, serta inklusi keuangan di wilayah kerja OJK Malang akan terus meningkat,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |